BLUD Pengelola Persampahan Pertama di Indonesia Hadir di Banjar

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA –  Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Intan Hijau resmi hadir pada Desember 2017 lalu dan beroperasi sekitar April 2018.

Usianya terlalu muda dan jauh dari mapan seukuran badan usaha.

“Tapi embrionya bergeliat sejak 2014 silam. Spesialisasi Intan Hijau adalah mengelola persampahan, terobosan pertama di Indonesia  lahir dari rahim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar,” kata Boyke W Triestiyanto lagi.

Menurutnya, BPKP Kalimantan Selatan telah menilai, BLUD Intan Hijau layak dilahirkan melalui tahapan dalam penyusunan dokumen serta kesiapan Pemerintah Kabupaten Banjar.

Yang unik, spesifikasi BLUD khusus usaha sampah dan air limbah, barang buangan itu disulap menjadi rupiah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar, Boyke W Triestiyanto menyebut, BLUD pengelola persampahan pertama di Indonesia itu segaris dengan keinginan Pemerintah Kabupaten Banjar.

Targetnya, pengelolaan sampah 100 persen pada 2020 akan datang. Bidang usaha terus bergerak sesuai perkembangan, tahap pertama adalah mendukung Indonesia bebas sampah pada 2020.

Sedangkan Bupati Banjar H Khalilurrahman menegaskan, BLUD Intan Hijau merupakan pengembangan dari UPT TPA. Usaha tersebut harus menjadi bank sampah induk dan pusat daur ulang.

Ketika menjadi UPT, sangat sulit mencari keuntungan untuk daerah, keterbatasan itu karena ada aturan yang membelenggu UPT. Setelah berubah menjadi BLUD, justru lebih longgar mencari  keuntungan bagi daerah dan melakukan usaha serta kerja sama dengan antar pihak.

“Semoga dengan pengelolaan yang baik volume sampah terus berkurang. Kabupaten Banjar harus bisa mempertahankan Adipura untuk tahun akan datang,” ungkapnya

BACA JUGA :  Kejari Banjarbaru Musnahkan Barang Bukti Nakotika dan Ratusan Botol Miras

 

– Hadir Profesional dan Pelayanan Berbasis Bisnis

BLUD Intan Hijau diperkuat sekitar 60 personel, itu juga pegawai lama yang telah berkecimpung di UPT TPA, ditambah beberapa karyawan dari Dinas Lingkungan Hidup.

Kantor pun menempati salah satu gedung lama di dalam lingkungan SDN 2 Indrasari, Jalan Kebun Serai, Desa Indrasari,  Kecamatan Martapura. Dari kantor mungil ini di gadang-gadang bakal menjadi sebuah usaha serius mengelola bisnis persampahan dan air limbah.

Tujuan inti hadirnya BLUD Intan Hijau untuk meningkatkan pelayanan UPTD Pengeloalan sampah dan air limbah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar kepada masyarakat.

BLUD menjadi solusi memberikan kemudahan dan keleluasaan dalam pengelolaan keuangan yang mengacu prinsip ekonomi dan produktivitas serta penerapan praktik bisnis sehat.

Tugas dan fungsi UPTD dikelola dengan menerapkan pola keuangan badan layanan umum daerah. UPTD pengelolaan sampah dan air limbah Intan Hijau pertama di Indonesia yang  menerapkan BLUD.

BLUD ikut mengampanyekan dalam penerapan dan pengelolaan sampah 3R di rumah tangga, tempat pengelolaan sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R) dan tempat pemrosesan akhir sampah (TPA).

BLUD harus tubuh seiring meningkatnya sumber daya manusia plus penghasilan karyawannya, peralatan bertambah dengan metode kerja sesuai standar. Kualitas produk pun di genjot punya daya saing tinggi, terakhir adalah meningkatkan kualitas cakupan wilayah pelayanan persampahan dan air limbah.

BACA JUGA :  Pilkada Gubernur Kalsel, Denny : Hentikan Klaim Kemenangan

Kepala Pengelola BLUD Intan Hijau mengakui, sumber pemasokan BLUD sangat banyak namun perlu didorong anggaran yang cukup untuk modal awal. Sampai hari ini telah ada pemasukan yang diterima atau dikelola dalam kas BLUD.

Ia berharap, rencana kerja BLUD didukung postur anggaran dari pemerintah ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat, itu sifatnya modal pertama untuk memenuhi sarana dan prasarana usaha.

“BLUD disiapkan menjadi bank induk sampah di Kabupaten Banjar. BLUD Intan Hijau menjadi tonggak sejarah pengelolaan sampah dan air limbah berbasis bisnis. Barang bekas diubah menjadi barang berharga. Seperti intan yang dapat menghiasi dan memancarkan cahaya,” kata Adi di temui di kantor BLUD Intan Hijau, Desa Indrasari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar H Boyke W Triestiyanto menegaskan, BLUD menjadi jalan keluar pengurangan sampah, itu satu prioritas utama yang harus dilakukan semaksimal mungkin oleh semua pihak. Penanganan sampah memerlukan partisipasi swasta dan masyarakat, sampah dikendalikan secara sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan.

  • Bidang Layanan Jasa BLUD Intan Hijau
  • Bank Sampah Induk
  • Kerja sama pembuangan sampah akhir untuk perusahaan, rumah sakit, dan perhotelan.
  • WC Portable keperluan event dan pelayanan pengangkutan limbah (Non B3)
  • Sedot tinja rumah tangga, rumah makan, rumah sakit, dan perhotelan
  • Jasa perawatan dan pembuatan taman hias
  • melayani penjualan bibit, pupuk kompos, pupuk cair, pot, dan kerajinan 3R (reuse, reduce, dan recycle)

Baca Juga