Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Featured
  4. »
  5. Jalan di Desa Tajau Landung Bakal Direhabilitasi Dinas PUPR Kalsel

Jalan di Desa Tajau Landung Bakal Direhabilitasi Dinas PUPR Kalsel

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

headline9.com, BANJARBARU – Jalan di Desa Tajau Landung, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, bakal direhabilitasi. Pasalnya, akses ini juga menjadi satu-satunya penguhubung menuju Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, melalui Kabid Bina Marga, Azan Syariful Muaz, mengungkapkan, jalan yang juga terhubung dengan Desa Galam Rabah itu ternyata mengalami kerusakan yang cukup parah. Sehingga, Pemerintah Provinsi Kalsel bakal melakukan perbaikan.

“Jalan di Tajau Landung ini kan lumanyan rusak parah. Insha Allah, sebagiannya nanti bisa kami perbaiki di 2023,” ujarnya, baru-baru tadi.

Sebagai pendukung, ia membeberkan pihaknya saat ini tengah melakukan penuntasan proyek Jembatan Bahandang yang menghubungkan antara Jejangkit (Batola) dan Tajau Landung (Banjar) yang bahannya terbuat dari kayu ulin pilihan.

BACA JUGA :  Libatkan Milenial dan Rekrut Pekerja Lokal, Securitech Lebarkan Sayap ke Samarinda

“Kami memperbaiki jembatan kayu dulu. Namun, akan dibangun jembatan baru lagi tetapi tidak di posisi jembatan lama. Gunanya nanti untuk memperlancar akses kegiatan keagamaan baik itu mengikuti haul atau berziarah ke makam Datu Kelampayan atau pun Guru Sekumpul di Martapura,” papar Azan.

Dari total anggaran yang dikeluarkan, Dinas PUPR Kalsel telah mengalokasikan dana proyeksinya sebanyak hampir Rp21 miliar. Di mana, kucuran tersebut peruntukkannya hanya membangun Jembatan Bahandang sebagai penghubung antara Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.

BACA JUGA :  Beredar Informasi Penyidik KPK Lakukan Pemeriksaan di Mako Brimob Polda Kalsel, Ini kata Kabid Humas Polda Kalsel

“Ini belum termasuk perbaikan jalan di Tajau Landung,” ungkapnya.

Disisi lain, Azan mengungkapkan, meski ruas jalan dari Jejangkit menuju jembatan sudah mulus. Tetapi, dirinya menyebutkan, kendala yang terjadi di lapangan adalah air pasang dan menyebabkan aksesnya terhambat hingga susah dilewati.

“Ini memang menjadi perhatian kami, karena bila air pasang lumayan tinggi menutupi jalan. Tetapi, adanya jembatan itu tidak akan terendam air,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya bakal terus melakukan perbaikan secara bertahap dengan menyesuaikan anggaran yang disediakan Pemprov Kalsel.

“Karena ini kewenangan provinsi maka akan kami usahakan untuk diperbaiki,” pungkasnya. (RHS)

Baca Juga