Headline9.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengklaim penanganan dan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhuta) telah tertangani maksimal.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Raden Suria Fadliansyah, melalui Kabid Kebencanaan dan Kesiapsiagaan, Bambang Dedi Mulyadi, menyebut, berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan di lapangan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah dianggap baik.
“Meski demikian, kita tetap melakukan kesiapsiagaan meski titik rawan panas (hotspot) dan titik api sudah mulai mengalami penurunan,” tegasnya, usai memberikan arahan dalam kegiatan pelatihan kebencanaan dan mitigasi bencana untuk warga disabilitas, dilaksanakan mulai 10 – 12 November, di Ruang Terbuka BPBD Kalsel, Sabtu (11/11) siang.
Angka ini, dikatakannya, sudah sesuai dengan langkah percepatan yang dilaksanakan pihaknya. Termasuk Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) hingga hujan alami yang cukup memberikan dampak besar terhadap penurunan jumlah lahan yang terbakar.
“Memang ada beberapa daerah yang mendapat curah hujan cukup tinggi di antaranya Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Serta sebagian wilayah banua enam,” ungkap Bambang.
Hasil data penanganan, dirinya menuturkan, total jumlah lahan yang sudah tertangani keseluruhan tercatat mencapai 5.544,12 hektare (Ha) dengan dua kategori yakni kawasan hutan dan lahan tidur. “Sedang hotspot (titik panas) melalui hasil pantauan mencapai 33.196 dan titik api berjumlah 3.224,” bebernya melalui rilis data yang diterimanya dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) BPDB Provinsi Kalsel.
Berdasarkan data BPBD Kalsel, daerah tertinggi titik kebakarannya ditempati Banjarbaru yakni hutan berjumlah 17 dan lahan sekitar 490. Disusul, Kabupaten Banjar 309 (lahan) 31 kawasan hutan. Ketiga adalah Tanah Laut 294 (lahan) 3 (hutan) dan Barito Kuala (Batola) 114 (lahan) 2 (hutan).
Sementara banua enam, Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi kategori sedang yaitu 156 (lahan) 2 (hutan). Selanjutnya, Tapin dengan titik terbakar 129 (lahan) 2 (hutan), Balangan 70 (lahan) 6 (hutan).
Hulu Sungai Tengah (HST) untuk lahan sebanyak 54 titik sedangkan hutan hanya 1 titik. Tabalong berjumlah 26 (lahan) dan 3 (hutan), Hulu Sungai Utara (HSU) sekitar 15 titik (lahan) dan 1 (hutan). Terakhir, Kabupaten Kotabaru sebanyak 40 (lahan) dan 2 titik di kawasan hutan berjuluk Bumi Saijaan tersebut.
“Dari data sudah tertangani baik berkolaborasi dengan kabupaten/kota dan tim satgas darat. Serta telah mengoptimalkan water boombing,” tutupnya.
Reporter : Rei Surya
Editor : Nasrullah