Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Kemarau Basah Diprediksi Juni Masih Berlansung, Petani di Martapura Barat…

Kemarau Basah Diprediksi Juni Masih Berlansung, Petani di Martapura Barat Resah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Sayuti, petani asal Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, khawatir akan nasib tanaman padinya setelah dua pekan debit air di lahan persawahannya mengalami kenaikan.

“Kemarin itu, air hanya setinggi lutut sekarang hampir naik sepaha. Ini baru pertama kali terjadi, sebelumnya tak pernah,” ungkapnya, kepada headline9.com, Jumat (14/6/2024).

Jika beberapa pekan lagi terjadi hujan deras dengan durasi yang cukup lama, kemungkinan kata dia, lahan persawahanya terendam.

“Ya terendam pasti tanaman padinya rusak, jadi nunggu surut dulu baru tanam lagi. Semoga saja tidak terjadi demikian,” terang Sayuti.

Kalau pun terjadi, harapannya pemerintah tetap melek atas dampak ini. Mengingat, rezeky dan nasibnya bergantung pada sektor ini. “Kalau memang ada bantuan bibit baru, kami berterima kasih sudah diperhatikan,” ungka dia.

Ia mendengar, juga ada beberapa desa yang mengalami gagal tanam. Salah satunya juga terjadi di Desa Teluk Selong. “Ada kabarnya seperti itu, karena kan memang lokasi tanam mereka sangat berdekatan dengan sungai ditambah hujan beberapa hari ini,” bebernya.

BACA JUGA :  Bupati Banjar Tanam Pohon Bungur di Hari Pohon Nasional

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengakui, lahan persawahan yang paling banyak terendam memang berada di Kecamatan Martapura Barat.

“Berdasarkan laporan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP), di mana luasan lahan terendam di sana mencapai 779 hektare,” ungkap dia, kepada awak media, di ruang kerjanya.

Tingginya intensitas curah hujan tinggi dan luapan air Sungai Martapura mengakibatkan tanaman padi terendam dan puso (rusak, red)? Warsita, belum dapat memastikan hal itu. “Untuk total tanaman padi yang mengalami puso baru dapat kita ketahui setelah tiga hari air banjir mulai surut. Karena itu kita masih melakukan inventarisir terhadap tanaman padi yang mengalami puso akibat terendam banjir,” ucapnya.

Berkaitan hal itu, BPP Kecamatan Martapura Barat juga sudah mengajukan pengusulan untuk mendapatkan bantuan tersebut. Setelah mengantongi total jumlah padi yang puso barulah penyaluran dilakukan Pemkab melalui Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar.

“Bantuan yang diberikan tersebut berupa benih padi dan lain-lain. Biasanya jenis yang disalurkan adalah bibit unggul langsung dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI,” papar dia.

BACA JUGA :  Terpaksa Derek Mobil Jemaah Haul yang Bandel

Disisi lain, dari 49.000 hektare lahan persawahan di Kabupaten Banjar, ada sekitar 1.088,5 hektare dinyatakan terendam. “Martapura Timur sekitar 201,5 hektare, Martapura 91 hektare. Sedangkan lahan sawah pertanian di Astambul yang terendam seluas 18,3 hektare,” tuturnya.

Warsita yang juga Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, juga bilang, kalau saat ini Kalsel khususnya di Bumi Barakat, Kabupaten Banjar memasuki musim kemarau basah.

“Kemungkinan kemarau bakal terjadi pada Juli mendatang,” pungkasnya.

Berdasarkan data rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Juni 2024, untuk wilayah Kalimantan awal musim kemarau diprediksi terjadi lebih mundur dibandingkan prakiraan versi Januari. Terbaru, awal musim kemarau berubah menjadi Juli Dasarian III hingga Agu2stus Dasarian I di tahun 2024.

Artinya, para petani masih harus tetap waspada. Mengingat, beberapa hari terakhir intensitas curah hujan di Kabupaten Banjar, masih terjadi.

Reporter : Riswan Surya
Editor : Nashrullah

Baca Juga