Headline9.com, BANJARBARU – Tim
Asesor Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) Republik Indonesia kunjungi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel dalam rangka penilaian tingkat kematangan nilai indeks keamanan sandi dan siber versi 5.0. di Provinsi Kalsel.
Kepala Diskominfo Kalsel HM Muslim melalui Plt Sekretaris, Sucilianita Akbar mengungkapkan, penilaian tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus memperkuat ketahanan siber nasional dari tingkat pusat sampai ke daerah. “Penilaian ini juga menjadi bagian proses evaluasi terhadap kesiapan dan implementasi keamanan informasi di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel,” katanya, pada Selasa (8/7/2025).
Diskominfo Kalsel juga telah mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk penilaian indeks keamanan sandi dan siber versi 5.0 di lingkup Pemprov Kalsel. Dengan ini, diharapkan mendapat hasil penilaian terbaik, meskipun ada beberapa penambahan elemen penilaian pada indeks keamanan sandi dan siber versi 5.0. “Insya Allah kita siap untuk dinilai pada hari ini, karena memang penilaian ini sudah terjadwal sebelumnya. Kami bahkan sudah menyiapkan dokumen yang diperlukan sejak beberapa bulan sebelumnya,” ujarnya. Penilaian di 2025, kata dia, tentu berbeda dari tahun 2024 lalu. Tahun ini, memakai versi 5.0 jelas ada beberapa poin yang belum ada di versi sebelumnya. Penambahan adanya poin penilaian tersebut, tentunya akan ada selisih. Namun demikian, dirinya tetap menginginkan nilai indeks keamanan sandi dan siber bisa meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Tim Assesor BSSN RI, Raden Muhammad lval Tirtakusumah menyebut, dalam penilaian yang dilakukan ada dua instrumen menjadi fokus tim asesor. BSSN RI juga akan menggunakan sejumlah metode wawancara, diskusi, dan penunjukan bukti-bukti dari setiap pertanyaan yang diajukan.
“Instrumen pertama kita melakukan verifikasi keakuratan Indeks KAMI (Keamanan Informasi) yang memang dilaporkan setiap tahunnya oleh pemerintah daerah. Kemudian ada instrumen keamanan siber yang memang lebih komprehensif dimana hasilnya nanti digunakan oleh Presiden untuk melihat nilai kematangan keamanan siber nasional. Jadi, ketika pertanyaan yang kita ajukan dijawab iya atau sudah terpenuhi akan kita minta buktinya,” ungkap dia.
Penilaian kali ini, tambah Raden, bakal mengadopsi penilaian Indeks KAMI 5.0. Yang mana, ada penambahan beberapa kontrol atau pertanyaan seperti perlindungan data pribadi, threat intelligence, cloud service, dan lainnya.
“Dengan begitu otomatis penilaian Indeks KAMI-nya juga menyesuaikan. Karena ada penambahan pertanyaan baru, sehingga kemungkinan nilai Indeks KAMI Kalsel akan berkurang sedikit, karena ada beberapa kontrol yang mungkin belum terpenuhi semua. Meskipun begitu kita harapkan turunnya tidak signifikan, dan rekan Diskominfo Kalsel bisa memenuhi kontrol yang kurang tersebut secepatnya,” tutupnya.
Kegiatan yang bertempat di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel itu dilaksanakan tiga hari, sejak 8 – 10 Juli 2025 dan langsung dinilai oleh tim asesor dari Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) RI.
Reporter: MC Kalsel/Riswan

