headline9.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Apel Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (17/6/2026) pagi, yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Yudi Andrea. Dalam amanat Bupati Banjar H. Saidi Mansyur yang dibacakannya, seluruh SKPD diminta mempercepat realisasi program dan anggaran karena capaian belanja modal hingga pertengahan tahun masih berada di angka 13,95 persen.
Yudi Andrea mengatakan Juni 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus refleksi terhadap pelaksanaan program pembangunan yang telah berjalan selama semester pertama tahun anggaran 2026.
Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, realisasi pendapatan daerah hingga pertengahan tahun mencapai Rp1,014 triliun atau 44,33 persen dari target. Sementara realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp947,89 miliar atau 34,06 persen.
“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar di sisa tahun ini,” ujar Yudi saat membacakan sambutan Bupati Banjar.
Ia menyoroti rendahnya realisasi belanja modal yang baru mencapai Rp65,47 miliar atau 13,95 persen dari target. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian seluruh perangkat daerah karena belanja modal memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan.
“Belanja modal digunakan untuk pembangunan agar fasilitas publik lebih baik. Bagi masyarakat, belanja modal adalah jalan yang mulus, gedung sekolah yang nyaman, puskesmas yang layak dan infrastruktur irigasi yang menjamin ketahanan pangan kita,” katanya.
Untuk mempercepat realisasi anggaran dan program pembangunan, seluruh SKPD diminta segera mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, mengoptimalkan pemanfaatan E-Katalog Lokal guna mendorong pemberdayaan UMKM daerah, serta memperkuat manajemen risiko, monitoring, dan tertib administrasi.
Yudi juga mengingatkan kepala SKPD agar aktif memantau perkembangan fisik proyek secara berkala. Ia menegaskan langkah penanganan terhadap kontraktor yang mengalami keterlambatan pekerjaan tidak boleh menunggu hingga akhir tahun anggaran.
Selain menyoroti capaian pembangunan, Pemkab Banjar memberikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar atas keberhasilan program pelatihan kerja yang dinilai mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Hingga Juni 2026, Disnakertrans telah melaksanakan 10 jenis pelatihan kerja, di antaranya pelatihan satuan pengamanan (satpam), operator alat berat, dan tata boga.
“Hasil monitoring menunjukkan hampir 90 persen alumni pelatihan satpam telah diterima bekerja di berbagai perusahaan di wilayah Kalselteng. Ini adalah bukti nyata bahwa program kita tepat sasaran dan memberikan solusi konkret bagi pengangguran,” ujarnya.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Banjar juga terus memperkuat perlindungan sosial tenaga kerja. Sementara itu, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi penggunaan tenaga kerja asing telah mencapai Rp1,88 miliar atau 212,61 persen dari target yang ditetapkan.
Menutup amanatnya, Yudi mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Banjar untuk meningkatkan etos kerja serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah. Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan pola kerja yang lebih cepat, efektif, adaptif, dan berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

