headline9.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus melakukan penanganan terhadap pergerakan tanah yang menyebabkan akses jalan di Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, mengalami ambles. Tim ahli dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) diterjunkan ke lokasi untuk melakukan survei dan pengambilan sampel tanah sebagai langkah mengidentifikasi penyebab kejadian tersebut, Senin (20/7/2026).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, Milky Rosadie, mengatakan hasil pengamatan awal mengindikasikan pergerakan tanah diduga dipicu oleh kondisi kekeringan ekstrem yang mengakibatkan kepadatan tanah menurun drastis.
“Tim ULM hari ini survei ke lokasi. Dari hasil pengamatan awal, kekeringan ekstrem diduga menjadi penyebab berkurangnya kepadatan tanah. Saat sampel tanah diambil, kondisinya sangat rapuh hingga langsung hancur,” ujar Milky.
Selain melakukan kajian teknis, Pemerintah Kabupaten Banjar juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk mengantisipasi dampak terhadap infrastruktur di sekitar lokasi terdampak.
Salah satu fokus penanganan adalah keberadaan tiang listrik beserta trafo yang berada tidak jauh dari titik pergerakan tanah. Menurut Milky, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero), yang langsung melakukan langkah antisipatif di lapangan guna mencegah potensi gangguan maupun risiko keselamatan masyarakat.
Berdasarkan informasi dari PLN Martapura, penanganan lanjutan akan dilakukan dengan mengusulkan relokasi jaringan listrik kepada PLN UP3 Banjarmasin. Langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Milky menambahkan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sembari menunggu hasil kajian dari tim ULM. Hasil penelitian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan yang paling tepat terhadap kawasan terdampak.
Sebelumnya, akses jalan di Desa Pingaran Ilir terputus total setelah ruas jalan paving block yang baru direhabilitasi mengalami ambles hingga separuh badan jalan tergerus ke arah sungai. Demi keselamatan, warga menutup sementara akses tersebut agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Pergerakan tanah yang terus berkembang juga mengancam satu unit trafo listrik di sekitar lokasi sehingga meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi longsor lanjutan.
Salah seorang warga, Faishal, mengatakan pergerakan tanah mulai terlihat signifikan sejak Jumat lalu. Ia menyayangkan kerusakan tersebut karena ruas jalan yang ambles baru selesai direhabilitasi sekitar dua hingga tiga bulan yang lalu.
Selain memutus akses transportasi warga, abrasi yang semakin mendekati kawasan permukiman juga menimbulkan kekhawatiran apabila pergerakan tanah terus meluas. Pemerintah Kabupaten Banjar pun mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melintasi area yang telah ditutup hingga hasil kajian teknis selesai dan penanganan dilakukan.


