Headline9.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar mematangkan seluruh persiapan menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Aula Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Rabu (15/7/2026). Rakor lintas sektoral ini menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan Pilkades berlangsung aman, tertib, dan demokratis.
Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Banjar serta dihadiri Kapolres Banjar, Kapolres Banjarbaru, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, para camat, kapolsek, serta Panitia Pemilihan Desa (P2D) dari 20 desa yang akan menggelar Pilkades Serentak.
Rakor membahas sejumlah aspek krusial menjelang hari pencoblosan, mulai dari kesiapan pengamanan, pemetaan potensi kerawanan, distribusi logistik pemilihan, hingga kesiapan teknis panitia di tingkat desa.
Selain Kecamatan Martapura Barat, rakor juga diikuti perwakilan Kecamatan Aranio, Beruntung Baru, Pengaron, Sambung Makmur, Martapura, Aluh-Aluh, Martapura Timur, Sungai Tabuk, Paramasan, dan Gambut yang masuk dalam pelaksanaan Pilkades Serentak 2026.
Camat Martapura Barat menilai koordinasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pihak dalam menyukseskan pesta demokrasi di tingkat desa.
“Kami dari Pemerintah Kecamatan Martapura Barat siap mengawal seluruh instruksi dan hasil keputusan rapat koordinasi hari ini. Pilkades adalah momentum bagi legitimasi pemerintahan desa. Oleh karena itu, sinergi antara pihak kecamatan, Polsek Martapura Barat, dan para panitia pemilihan desa akan terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh penyelenggara Pilkades agar tetap menjaga profesionalisme, integritas, dan netralitas selama seluruh tahapan berlangsung.
“Kami mengimbau kepada seluruh panitia pemilihan desa agar tetap menjaga integritas, netralitas, dan bekerja secara profesional. Mari kita bersama-sama menciptakan Pilkades Serentak 2026 yang aman, damai, sejuk, dan demokratis, khususnya di wilayah Martapura Barat,” katanya.
Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, serta panitia pemilihan desa semakin kuat sehingga pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 dapat berlangsung lancar, transparan, serta melahirkan kepala desa yang memiliki legitimasi kuat dan mendapat kepercayaan masyarakat.


