headline9.com, BANJARBARU – PTAM Intan Banjar memastikan produksi dan ketersediaan air bersih tetap aman selama musim kemarau meski kebutuhan masyarakat mulai meningkat. Pasokan air baku dari SPAM Banjarbakula hingga kini masih stabil sehingga pelayanan kepada pelanggan di Kota Banjarbaru dan sebagian wilayah Martapura tetap berjalan normal.
Kepala Bagian Produksi PTAM Intan Banjar, A Yani, mengatakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pinus saat ini menerima suplai air baku sekitar 450 liter per detik dari SPAM Banjarbakula untuk melayani kebutuhan pelanggan di dua wilayah tersebut.
“IPA Pinus melayani Banjarbaru dan sebagian Martapura. Saat ini kami menerima suplai sekitar 450 liter per detik dari SPAM Banjarbakula untuk kemudian didistribusikan kepada pelanggan,” ujarnya.
Menurutnya, hingga memasuki puncak musim kemarau belum ada kendala terhadap pasokan air baku. PTAM Intan Banjar terus berkoordinasi dengan SPAM Banjarbakula guna memastikan suplai tetap terjaga.
“Selama dari Banjarbakula tidak ada kendala, Insyaallah pasokan air tetap aman. Kami selalu berkoordinasi terkait suplai air baku maupun air olahan,” katanya.
A Yani juga memastikan fenomena kematian ikan yang sempat terjadi di perairan hilir tidak memengaruhi kualitas air baku yang digunakan PTAM Intan Banjar karena sumber air diambil dari bagian hulu bendungan.
“Air baku kami berasal dari hulu bendungan. Jadi kejadian matinya ikan di hilir tidak berdampak terhadap kualitas air yang kami olah,” jelasnya.
Dari sisi kualitas, air baku masih memenuhi standar dengan tingkat kekeruhan sekitar 20 NTU (Nephelometric Turbidity Unit), sehingga proses pengolahan dapat berlangsung normal.
“Secara kualitas masih aman sesuai standar. Tingkat kekeruhan sekitar 20 NTU sehingga masih layak untuk diolah menjadi air bersih,” ungkapnya.
Ia menambahkan, potensi gangguan selama musim kemarau lebih banyak berasal dari faktor kelistrikan. Namun, dampaknya dipastikan hanya berlangsung singkat karena sistem telah didukung generator cadangan.
“Kalau terjadi gangguan listrik, biasanya hanya ada jeda singkat saat perpindahan pasokan ke genset milik Banjarbakula. Setelah itu distribusi kembali normal sehingga tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan kepada pelanggan,” pungkasnya.



