Headline9.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat upaya mitigasi bencana dengan meningkatkan literasi kebencanaan guna membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea saat Sosialisasi Penguatan Literasi Kebencanaan di Aula BKPSDM Banjar, Martapura, Rabu (5/8/2026).
Yudi mengatakan Kabupaten Banjar memiliki potensi bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta tanah longsor. Karena itu, penanggulangan bencana harus berfokus pada mitigasi risiko dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, bukan hanya penanganan setelah bencana terjadi.
Menurutnya, literasi kebencanaan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memahami jalur evakuasi, mengikuti simulasi, memanfaatkan sistem peringatan dini, hingga membangun budaya siaga di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pemkab Banjar, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BPBD, serta pemerintah desa dan kelurahan melalui program pengurangan risiko bencana, seperti Desa Tangguh Bencana (Destana), pembinaan relawan siaga, dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VIII Sandi Fitria Noor mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan sistem penanggulangan bencana melalui dukungan regulasi, termasuk revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Ia juga meminta BNPB memperkuat peran BPBD sebagai garda terdepan penanggulangan bencana. Menurutnya, ancaman banjir dan karhutla di Kalimantan Selatan hanya dapat ditekan melalui kesiapsiagaan dan keterlibatan aktif masyarakat.



