BerandakotabaruDesa Tegalrejo Wakili Kotabaru dalam Penilaian PHBS Tingkat Kalsel

Desa Tegalrejo Wakili Kotabaru dalam Penilaian PHBS Tingkat Kalsel

headline9.com, KOTABARU – Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, mewakili Kabupaten Kotabaru dalam penilaian Desa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026. Penilaian dilakukan tim juri provinsi di Desa Tegalrejo, Selasa (8/9/2026).

Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan Tegalrejo terpilih setelah melalui proses seleksi tingkat kabupaten. Dari 22 kecamatan, pemerintah daerah melakukan seleksi melalui presentasi dan dilanjutkan verifikasi lapangan terhadap tiga desa nominasi terbaik.

“Desa Tegalrejo terpilih mewakili Kabupaten Kotabaru ke tingkat Provinsi Kalimantan Selatan setelah melalui seleksi ketat berupa presentasi dari 22 kecamatan dan verifikasi lapangan terhadap tiga nominasi terbaik,” ujar Syairi.

Menurutnya, penilaian PHBS tidak semata-mata mengenai perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya melihat konsistensi masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan Pemkab Kotabaru dalam penilaian tersebut adalah Destinasi Wisata Goa Lowo di Desa Tegalrejo. Kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai Wisata GERMAS pertama di Kotabaru melalui Surat Keputusan Bupati sejak 2022.

BACA JUGA :  KRI Banjarmasin-592 Singgah di Kotabaru, 785 Warga Ikuti Open Ship

Syairi berharap proses penilaian dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat gerakan kesehatan masyarakat sekaligus mendorong desa-desa lain menerapkan PHBS secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Serta Kotabaru dapat kembali masuk dalam jajaran terbaik di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, terutama di desa PHBS-nya,” harap Syairi.

Ketua Tim Penilai Desa Ber-PHBS, Yuliani, mengatakan penilaian tidak bertujuan mencari kekurangan desa. Tim ingin melihat sejauh mana perilaku hidup bersih dan sehat telah menjadi kebiasaan masyarakat.

Penilaian dilakukan tidak hanya berdasarkan dokumen, tetapi juga kondisi nyata di lapangan. Tim melihat keterlibatan pemerintah desa, kader kesehatan, kelompok masyarakat dan unsur lainnya dalam mendorong perubahan perilaku.

“Penilaian ini bukan untuk mencari kekurangan atau kesalahan. Jika ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, hendaknya menjadi masukan dan bahan evaluasi bersama,” ucap Yuliani.

BACA JUGA :  Pemkab Kotabaru Gelar Pasar Murah Sambut Ramadhan 1447 H, Tekan Lonjakan Harga Sembako

Ia mengatakan praktik baik dan inovasi yang ditemukan di Desa Tegalrejo dapat menjadi pembelajaran bagi desa lain di Kotabaru maupun Kalimantan Selatan.

Yuliani juga mengingatkan agar penerapan PHBS tidak hanya dilakukan saat penilaian. Kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu dimulai dari rumah, dibangun dalam keluarga, kemudian diterapkan secara bersama di lingkungan desa.

“PHBS harus menjadi budaya dan kebiasaan serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” harapnya.

Penilaian tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Siti Khadijah Syairi Mukhlis, Sekda Kotabaru, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta sejumlah perangkat daerah terkait, termasuk Bapperida, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perkimtan, DPMD, Dinas Lingkungan Hidup, Diskominfo, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, Satpol PP dan Damkar. Turut hadir pengurus Bumdes Tegalrejo.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular