BerandaBanjarSekda Banjar Tekankan Pengarusutamaan Gender Harus Terintegrasi dalam Pembangunan

Sekda Banjar Tekankan Pengarusutamaan Gender Harus Terintegrasi dalam Pembangunan

headline9.com, MARTAPURA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar H Yudi Andrea menegaskan, Pengarusutamaan Gender (PUG) harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah untuk memastikan laki-laki dan perempuan memperoleh kesempatan, akses, manfaat, dan partisipasi secara adil dan setara.

Penegasan itu disampaikan Yudi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Focal Point Pengarusutamaan Gender di Aula Baiman Bapperida Kabupaten Banjar, Rabu (14/10/2026) pagi.

Menurutnya, PUG bukan semata-mata persoalan perempuan atau program yang berdiri sendiri. Perspektif gender perlu diintegrasikan dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi program dan kegiatan perangkat daerah.

Keberadaan Focal Point PUG, lanjut Yudi, memiliki peran penting sebagai penggerak sekaligus penghubung pelaksanaan pengarusutamaan gender di masing-masing perangkat daerah. Tugasnya tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga memastikan perspektif gender masuk dalam penyusunan kebijakan, program, kegiatan, dan anggaran sesuai tugas serta fungsi perangkat daerah.

BACA JUGA :  1.385 Aparat Desa se-Kabupaten Banjar Dilatih Manajemen Pemerintahan

Ia berharap para Focal Point mampu menjadi motor penguatan PUG di Kabupaten Banjar. Untuk mendukung peran tersebut, peserta perlu memahami konsep dan analisis gender, pengelolaan data terpilah, perencanaan dan penganggaran responsif gender, serta penyusunan dokumen pendukung pelaksanaan PUG.

Yudi juga menyoroti tantangan dalam menerjemahkan kebijakan menjadi program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu langkah penting yang perlu diperkuat adalah penggunaan data terpilah berdasarkan jenis kelamin untuk mengidentifikasi kesenjangan gender.

“Perencanaan pembangunan harus didasarkan pada kondisi dan kebutuhan masyarakat yang nyata, sehingga intervensi pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami, mengatakan bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan strategi PUG.

BACA JUGA :  Pemkab Banjar Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Beruntung Baru

Kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas Focal Point dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, pemantauan, dan evaluasi pembangunan.

Widya menjelaskan, sebagian peserta merupakan kepala subbagian perencanaan yang memiliki peran strategis dalam memasukkan perspektif gender ke dalam proses perencanaan program di perangkat daerah masing-masing.

“Bimtek ini juga bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antarperangkat daerah, mendorong perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan PUG untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Banjar yang lebih inklusif, adil, dan berkesetaraan,” ujarnya.

Bimtek tersebut diikuti 50 peserta dan dihadiri perwakilan Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang PMKPM dan Pemerintah Daerah Wilayah III, Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI.

Adapun narasumber berasal dari Inspektorat dan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular