Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Ibu Rumah Tangga Diharapkan Bisa Berperan Dalam Mencegah Peredaran Narkoba

Ibu Rumah Tangga Diharapkan Bisa Berperan Dalam Mencegah Peredaran Narkoba

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Para ibu rumah tangga di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar diharapkan berperan aktif dalam pencegahan, penggunaan dan peredaran narkoba di wilayahnya. Serta Para ibu rumah tangga mesti mampu dan memahami bagaimana cara memperlakukan anak atau anggota keluarganya yang terpapar narkoba.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar, Aslam pada kegiatan Sosialisasi Pencegahan Peredaran Penggunaan Narkoba yang diikuti oleh ibu-bu PKK dan Ibu rumah tangga di Kecamatan Astambul, Rabu (23/10/2019) di Aula Kecamatan Astambul.

Dikatakan Aslam, bahwa ancaman narkoba bukan hanya di perkotaan, namun juga sudah merambah ke pelosok desa.

“Mulai dari orang dewasa, sampai anak-anak juga ada yang menggunakan narkoba. Masalah narkoba ini terus berjalan dan bergerak sesuai dengan zamanya, sehinga peran para ibu sangat penting untuk membentengi anggota keluarganya,” jelas Aslam.

BACA JUGA :  Pemkab Banjar Gelar Festival Bacatuk Dauh, Total Hadiah  Rp38 Juta

Sementara Camat Astambul Sirajuddin Ali berharap, para ibu peserta sosialisasi bisa benar-benar menyimak pemaparan dari para narasumber. Dia berterima kasih kepada Kesbangpol dan para narasumber yang menyelenggarakan sosialisasi.

“Kegiatan ini sangat bagus dan mohon untuk benar-benar disimak apa yang dijelaskan oleh nara sumber,” ujar Camat kepada peserta sosialisasi.

Nantinya lanjut Sirajuddin peserta selain bisa memahami langkah apa yang perlu dilakukan jika ada anggota keluarganya yang terpapar narkoba, juga bisa menularkan pemahaman kepada para tetangga dan lingkungan di sekitarnya.

BACA JUGA :  Gusti Sulaiman Razak Buktikan keseriusannya Maju di Pilbub Banjar.

Selain itu Ketua Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Intan Banua Kalimantan Selatan, Gandes Pratiwi yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, setiap hari paling tidak ada 50 orang meninggal karena narkoba dengan penderita terbanyak para pekerja.

Dikatakannya, setidaknya dari seluruh pengguna 2.2 persen di antaranya merupakan para remaja pelajar dan mahasiswa.
Dia mengajak para ibu untuk menggeser pola pikir terhadaporang yang kecanduan narkoba.

“Semula kita berpikir para pengguna narkoba adalah para criminal, karena memang sering melakukan tindak criminal. Namun sebetulnya mereka adalah orang yang tengah sakit keras,” jelasnya.

Baca Juga