Mau Anak Tidak Kecanduan Gawai, Orang Tua Harusnya…

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit
Ketua PKK Banjar Hj Raudhatul Wardiyah

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar melaksanakan Festival Kreativitas Guru dan Anak Usia Dini se-Kabupaten Banjar Tahun 2018.

Sedikitnya 300 anak dari 40 PAUD yang tergabung di IGTKI dan Himpaudi memeriahkan berbagai lomba di Aula KH Kasyful Anwar, Bincau, Kamis (11/10) siang.

Seluruh peserta dituntut menunjukkan kreativitasnya saat mengikuti lomba, menampilkan alat permainan edukatif untuk anak usia dini.

Diharapkan, para guru PAUD ikut terlibat membuat media pembelajaran sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan tercapai dengan baik. Dan, untuk anak bisa menumbuhkan kreativitas dan juga prestasi.

BACA JUGA :  Banjar Berselawat dengan Habib Syekh, Rangkaian Akhir dari Puncak Hari Jadi Banjar dan HUT RI Tahun 2019

“Festival ini harus kita gelar setiap tahun. Mari sambut gembira festival kreativitas guru dan anak usia dini. Moga berdampak positif. “ pesan Ketua TP PKK Banjar Hj Raudhatul Wardiyah setelah membuka festival kemarin.

Diakuinya, membina generasi penerus merupakan tanggung jawab berat, sangat diperlukan peran serta semua pihak. Apalagi bila dikaitkan dengan kondisi sekarang, kemajuan teknologi seperti hand phone atau Laptop, justru hanya dipakai anak buat bermain-main yang tidak memberi manfaat.

BACA JUGA :  Kabupaten Banjar, Vaksinasi Covid-19 Sudah Capai 81 Persen

“Saya imbau orang tua lebih banyak meluangkan waktu bersama putra-putrinya, salah satunya dengan menemani dan membacakan buku, cara ini sangat penting. Hindarkan mereka tergantung dengan gawai dan ajak bersosialisasi dengan kawan sebaya.” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar H Gusti Ruspan Noor mengatakan, tiap anak dan guru diajak mengikuti seluruh rangkaian lomba edukatif, menurutnya, festival ini melibatkan guru dan anak didik.

Senada dengan Raudhatul Wardiyah, peran orang tua harus aktif menemani untuk membacakan buku dan mengikis kecanduan teknologi yang tidak mendidik.(MAS)

Baca Juga