Rusdi Optimis, PD PBB Tetap Dapat Berkontribusi Untuk PAD Kabupaten Banjar

Direktur Utama PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – PD Pasar Bauntung Batuah (PD PBB), mengklaim tetap optimis dapat berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) ditengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Direktur PD PBB Rusdiansyah, menurutnya target murni yang direncanakan sebesar Rp700 juta, tapi dengan adanya pandemi covid-19 target pendapatan PD PBB menurut lebih dari 50 persen dari target awal.

“Adanya pandemi Covid-19 ini juga berdampak pada para pedagang yang berada di lingkungan pengelolaan PD PBB. Pendapatan mereka mengalami penurunan pendapatan jika dibandingkan sebelum adanya wabah ini,” ujarnya, saat ditemui di kantornya pada Senin (07/07) siang.

Lebih jauh Rusdiansyah menjelaskan, seperti yang disampaikan pemerintah untuk swasta, BUMN dan BUMD agar dapat berperan aktif membantu.

PD PBB selain berusaha untuk memutus penularan wabah, juga membantu meringankan beban pedagang, dengan menurunkan nilai retribusi yang biasanya dipungut dan menjadi kewajiban pedagang.

“PD PBB mengurangi biaya retribusi lima puluh persen hingga Juni. Selanjutnya Juni sampai 15 Desember kita akan memberikan keringanan lagi dengan menghapus denda terhadap pembayaran sewa tempat usaha,” tuturnya

Rusdi berharap, setelah Desember nanti pembayaran bisa berlaku normal.  Dengan kebijakan pemungutan retribusi dan penghapusan denda sewa bulanan atas keterlambatan pembayaran, berdampak pada kehilangan potensi pendapatan PD PBB.

“Jika dihitung berlangsung sampai Desember mencapai satu miliar rupiah bahkan lebih,” katanya.

Terkait kontribusi kepada daerah, Rusdiansyah mengungkapkan, rencana target PD Pasar di tahun ini memang tidak bisa tercapai. Namun pihaknya optimis tahun ini walaupun di tengah Pandemi covid-19, tetap bisa memerikan keuntungan untuk daerah.

Rusdiansyah berharap masalah pandemi dapat segera berakhir, tidak berlangsung sampai Desember.

BACA JUGA :  Begini Hasil Program Kemitraan Masyarakat FMIPA ULM di Banjar

Jika Agustus sudah kembali normal, pendapatan di akhir tahun PD PBB dapat memberikan kontribusi kepada daerah, walaupun jumlahnya tidak seperti target awal Rp700 Juta.

Lanjutnya, kebijakan yang diambil PD PBB seperti retribusi tidak dipungut 100 persen, yakni dikurangi sekitar 30 persen sampai 50 persen. Jika pandemi ini kondisi seperti ini berlangsung hingga Desember, maka akan mengalami kerugian.

Diketahui, biaya operasional PD PBB, mulai gaji, biaya kantor, dan biaya operasional sekitar Rp600 juta per bulan.

Adanya pandemi ini, pemerintah kabupaten menurunkan target PAD untuk di BUMD, salahsatunya PD PBB.

“Mungkin dalam hal ini itulah yang ditargetkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebesar Rp292 juta. Kami berharap, target pemerintah dapat kita penuhi,” tutupnya.(Ptr)