Dispersip Banjar Dijadikan Tempat Penelitian Balai Bahasa Kalsel

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispesip) Kabupaten Banjar kedatangan tim peneliti dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan.

Penelitian tersebut melibatkan 3 tim, tim pertama yaitu tim bahasa yang diketuai Jahdiah, M.Pd dengan anggota Eka Suryatin, S.Pd dan Nidya Triastuti Patricia yang bertujuan untuk  mencari data untuk penelitian konservasi bahasa, yaitu sistem morfologi bahasa banjar, adapun data yang diperlukan yaitu buku-buku yang berbahasa banjar.

Sedangkan tim kedua yaitu tim pemetaan yang diketuai oleh Dede Hidayatullah, S.Ag, M.Pd dengan anggotanya Nurhidayati Kurniasih, S.Pd dan Musdalifah, S.S, M.Pd, adapun tim yang ketiga yaitu tim Sastra dengan ketuanya Agus Yulianto, M.Pd dengan anggota Siti Akbari, S.S. dan Ahmad Zaini, M.Pd.

Tim pemetaan sastra ini bertujuan mendata sastra apa saja yang ada di Kabupaten Banjar seperti pantun, peribahasa, cerita rakyat, kitab yang lokal yang ada di Kabupaten Banjar. Penelitian tersebut berlangsung selama 3 hari di Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjar.

Ketua Tim Bahasa, Jahdiah mengatakan pada rencana awal penelitian ini langsung ke lapangan atau masyarakat, tapi karena masih pandemi covid-19 ini tidak memungkinkan tim ke lapangan untuk bertemu dengan responden atau informan, sebagai gantinya kami disarankan untuk mencari data ke Perpustakaan, dengan mendata di Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjar.

Sedangkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar drg. Yasna Khairina, ditemui diruangannya menyambut baik dan memberikan ijin kepada tim balai bahasa untuk melakukan penelitian. Walaupun  dimasa pandemi ini pelayanan peminjaman dan pengembalian buku untuk pemustaka di perpustakaan di tutup untuk umum, dengan dipilihnya perpustakaan kami untuk tempat penelitian sudah tentu membantu promosi dan publikasi perpustakaan Kabupaten Banjar.

Sebanyak 10 judul buku koleksi perpustakaan daerah Kab Banjar dipinjam untuk dijadikan bahan penelitian selama 3 hari dari 3-7 Agustus 2020. Sebelum pinjam buku mereka harus menjadi anggota perpustakaan dulu. buku yang di pinjam dan akan diteliti antara lain “Upacara Adat Bawanang, Permainan Rakyat di Kabupaten Banjar, kue dan masakan khas di Kabupaten Banjar dan lainnya,” tambahnya.

Mudah-mudahan ke depannya Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjar dapat menambah pengadaan buku lokal khususnya tentang Kabupaten Banjar dan juga Kitab-kitab lokal karangan ulama-ulama besar di Kabupaten Banjar,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama perwakilan tim menyerahkan hibah buku sebanyak 5 judul 9 eksemplar, salah satu judul bukunya Kisah Datu Pemberani (buku berisi tentang cerita rakyat). (Ptr)