Home » Pj Sekda Ingakan Lima Hal Kepada CPNS.

Pj Sekda Ingakan Lima Hal Kepada CPNS.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

BATULICIN – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tanah Bumbu melaksanakan pembekalan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019.

Kegiatan Pembekalan di buka langsung oleh Pj. Sekda Dr. H. Ambo Sakka, M.Pd, yang bertempat di Gedung Mahligai Bersujud Kapet Kecamatan Simpang Empat, Selasa 12/01/21.

Dalam sambutannya,Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Dr.H Ambo Sakka mengatakan, CPNS yang mengikuti pembekalan hari ini merupakan orang-orang terpilih dari ribuan peserta yang mengikuti test CPNS Tahun 2019 lalu.

Pembekalan penting diberikan agar CPNS memiliki tanggungjawab ketika sudah masuk dalam sistem pemerintahan.

“Sebagai orang yang terpilih, kalian (CPNS) memiliki tanggung jawab yang besar sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” kata Ambo Sakka.

Dalam kegaiatan pembekalan tersebut Ambo Sakka menekankan 5 hal penting yang harus dimiliki CPNS.

Pertama, Kualitas. Begitu lulus maka Anda dinilai sangat berkualitas karena mampu bersaing dengan ribuan peserta lainnya.

“Setelah diterima CPNS jangan puas dulu, terus tambah pengetahuan. Baik melalui diklat maupun lainnya yang bisa menambah pengetahuan,” kata Pj. Sekda.

Kedua, Punya daya saing. Jadi PNS harus punya daya saing, jangan tetap di tempat. Tidak ada peningkatan dalam karir.

“PNS harus punya daya saing. Saya tantang 10 tahun kedepan, Anda harus memegang peranan membangun Tanah Bumbu,” ujarnya,

Daya saing, yang dimaksud yakni daya saing yang mengarah ke profesionalitas.

Ketiga, Disiplin. Percuma punya kualitas dan daya saing jika tidak disiplin.

Sikap disiplin ini harus melekat pada diri seorang PNS.

“Mulai sekarang harus membiasakan disiplin. Baik disiplin jam kerja, maupun disiplin dalam berpakaian, dan lainya,” ujarnya.

Keempat, Etika. Dalam birokrasi ada etikanya. Sebagai CPNS harus memiliki etika. Ada jenjang dalam birokrasi.

Birokrasi menjadi kacau karena etika tidak dijalankan secara berjenjang.

Kelima, Berintegritas. Ambilah falsafah ikan. Ikan itu hidup dilautan. Laut airnya asin. Tetapi ikan itu tidak asin. Maknanya dimana kita berada, prinsip harus kita pegang.

Baca Juga