Ahmad Khoir, Betah bertugas Jadi Satpam Ponpes Darussalam Berkat Kekuatan Doa Para Tuan Guru

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

 

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Takdir yang menyimpan rahasia rezeki, jodoh, dan mati tetap misteri sampai kita meninggalkan dunia. Kenyataan jalan hidup sering tidak seindah yang diinginkan layaknya sebuah impian. Pahit dan manis hidup ternyata mampu menempa manusia menjadi sosok yang lebih dewasa.

Langkah hidup seperti itu juga yang dialami oleh Ahmad Khoir setelah merantau cukup jauh ke Kalimantan dan terdampar di Martapura. Pria berusia 56 tahun itu justru dikenal sebagai satpam di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, cukup legenda karena putaran hidupnya tak jauh dari rumah dan pondok.

Terhitung, selama 23 tahun warga Tanjung Rema Kecamatan Martapura menghabiskan hidupnya di bawah naungan pondok pesantren paling berpengaruh di Kalsel tersebut.

Pria asli Jawa tengah itu mengaku sangat nyaman dan beruntung dapat bekerja di pondok dan berada di kota santri.

BACA JUGA :  Penanaman di Tahura Digelar, Tetap Ikuti Protap Pandemi Covid-19

Khoir menceritakan,  suasana ramah di  lingkungan pesantren sangat nyaman, disertai perilaku para santri yang begitu sopan.

“Yang paling saya suka kerja di sini adalah doa dari para guru. Karena merasa terlindungi, tenteram, tenang dan saya bahagia,” katanya.

Kekuatan doa itulah yang menghentikan langkah Khoir, ia terus bertahan di Darussalam. Dirinya bukan orang asing dalam dunia rantau, asli Jawa Tengah, lahir di Jambi, kembali lagi ke Jawa sampai akhirnya ikut transmigrasi ke Kabupaten Banjar.

” Dari Jawa tengah ke Kalimantan sebagai transmigrasi ke Sungai Pinang tahun 1994, terus mencoba mencari pekerjaan di Martapura, dan tahun 1995 jadi satpam di Darussalam sampai hari ini. Sangat betah menjadi bagian dari pondok, dan tidak ada niat untuk mencari kerja di lain,” tutur Khoir.

BACA JUGA :  Milad ke-109 Muhammadiyah Makin Meriah dengan Liga HW Cup 2018

Gaji satpam berhasil menyekolahkan ke-4 anaknya ke tingkat pendidikan tertinggi.

“Kalau saya  pernah kuliah hingga semester 8 jurusan elektronika namun tidak sampai selesai. Saya mundur waktu itu, “ucapnya.

Selama menjadi Satpam di Pondok Pesantren Darussalam,  dirinya telah melewati beberapa pergantian pimpinan pondok, mulai dari Almarhum KH Guru Syukur, KH Khalilurrahman (Bupati Banjar saat ini, red) dan dan KH Hasanudin Badrudin.

Kecintaannya terhadap pondok membuat dirinya selalu merasa kangen saat momen proses belajar di pondok. Kendati libur panjang Ramadan, ia tetap ke pondok dan selalu ikut kegiatan selama bulan Ramahan.(sairi)

Baca Juga