Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Tanbu Ikuti Rapat Evaluasi Kawasan Prioritas Kabupaten/Kota/PSN Secara Virtual.

BATULICIN,headline9.com – Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Ir Rammad Prapto Udoyo mengikuti Rapat Evaluasi kawasan prioritas kabupaten/Kota/PSN/di provinsi Kalimantan Selatan melalui Virtual yang bertempat di ruang rapat Kantor Dinas Lingkungan Hidup Tanah Bumbu, Kamis 20/05/21.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan provinsi Kalimantan Selatan, Syaiful Azhari mewakili Sekretaris Daerah mengatakan, Kalsel mempunyai potensi dan peluang dalam pengembangan industri, terutama di wilayah Jorong dan Batulicin yang sudah menjadi bagian dari PSN.

Saat ini, Kalsel juga tengah mengembangkan kawasan peruntukan industri di sejumlah kabupaten/kota serta membangun KEK di Kotabaru.

“Potensi dan peluang itu akan sia-sia, jika kreativitas dan inovasi tidak dikembangkan dalam pengelolaannya. Perwujudan tumbuhnya industri yang maju akan menjadi lambat, tanpa adanya strategi yang tepat dan pemetaan masalah yang harus segera diselesaikan,” ujar Syaiful.

Dalam mengembangkan industri, lanjut Syaiful, diperlukan perencanaan yang matang mulai dari ketersediaan lahan, perizinan hingga kajian tentang dampak lingkungan termasuk sinkronisasi regulasi yang berlaku di bidang industri.

“Dalam bidang industri harus diperhatikan yaitu pembagian urusan pemerintahan yang dapat dimanfaatkan oleh provinsi dan kabupaten/kota yang dapat dipadukan dari Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (RPIK),” kata Syaiful.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni mengatakan ada enam kawasan industri yang akan dikembangkan, di antaranya Batulicin, Jorong, KEK Mekar Putih di Kotabaru, kawasan industri terpadu di Banjarmasin dan Tapin, serta kawasan peruntukan industri Saradang di Tabalong.

“Selama ini yang sudah ada perkembangan dan kemajuan dari kawasan industri yaitu kawasan industri terpadu mantuil di Banjarmasin dan kawasan industri Jorong,” Kata Mahyuni.

Mahyuni pun berharap evaluasi yang dilakukan juga membahas terkait kelengkapan dokumen perencanaan kawasan industri seperti masterplan, AMDAL kawasan, zonasi, detail engineering design (DED), juga hal terkait lainnya agar bisa membuat perencanaan yang baik dan terukur.

“Sehingga tahapan dalam mewujudkan pengembangan kawasan industri menjadi jelas dan memiliki kepastian,” kata Mahyuni.

TERBARU

TNI AL – Lanal Banjarmasin Jalani Hari Kelima Gelar Serbuan Vaksinasi di Sungai Tabuk...

0
HEADLINE9.COM, BANJARMASIN - Sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Kalsel, Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin terus menerus menggelar program Serbuan...

KPM PKH Banjarbaru Mulai Terima Bantuan Sejak PPKM Diberlakukan

0
HEADLINE9.COM, BANJARBARU - Bantuan beras 10 kilogram dari Pemerintah sebagai dampak dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV. Adapun jumlah bantuan...

Bappedalitbang Jaring Inovasi SKPD Banjar

0
HEADLINE9. COM, MARTAPURA – Bappeda Litbang Kabupaten Banjar tengah melakukan penjaringan inovasi yang dilakukan oleh setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup...

Kabupaten Banjar Siapkan Kemungkinan PPKM

0
HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menyiapkan kemungkinan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi mingguan yang...

Penyekatan Ditiadakan Hanya Ada Pemeriksaan Surat Menyurat

0
HEADLINE9.COM, BANJARBARU - Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV di Kota Banjarbaru nampak seperti hari hari biasanya, Senin (26/7).

TAG TERKAIT