Home ยป Pasca Kebakaran, Aditya Serahkan Bantuan Rp25 Juta untuk Ponpes Al Falah

Pasca Kebakaran, Aditya Serahkan Bantuan Rp25 Juta untuk Ponpes Al Falah

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

headline9.com, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin SH MH didampingi Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, tinjau lokasi kebakaran Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Putra, Kamis (15/7/2021).

Selain melihat kondisi lapangan Ponpes Al Falah putra yang terbakar, Pucuk Pimpinan Kota Banjarbaru ini juga menyerahkan bantuan  CSR Bank Kalsel sebesar Rp25 Juta, serta  Logistik dari BPBD Kota Banjarbaru.

Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin, mengatakan bantuan dari Pemerintah Kota Banjarbaru disalurkan melalui BPBD Banjarbaru untuk Pondok Pasantren Al Falah Putra. Bantuan dana juga akan dikumpulkan melalui celengan saat salat Jumat,

Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin berharap bantuan yang terkumpul cukup untuk membangun dari fasilitas yang hancur akibat kebakaran.

Aditya Mufti Ariffin juga menghimbau  masyarakat Kota Banjarbaru terkait sering terjadinya kebakaran, untuk lebih cerdas menggunakan listrik, lihat fasilitas sarana prasarana listrik dirumah apakah layak digunakan ataupun sudah tidak bisa digunakan lagi. Rutin melakukan pemeriksaan kelistrikan yang ada dirumah, sehigga bisa mencegah terjadinya musibah kebakaran akibat korsleting listrik.

Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin juga menginstruksikan kepada SKPD terkait dapat membantu Pondok Pasantren AL Falah Putra yang akan melakukan pembersihan puing-puing pasca terjadinya kebakaran di Pondok Pasantren AL Falah Putra.

Kebakaran di Pondok Pesantren Al Falah menghanguskan 4 gedung yang terdiri dari:  gedung lantai 2 yang berisi: Lantai atas: 12 ruang kelas, Lantai bawah terdiri dari: 5 asrama, 1 wartel santri, 1 toko kitab, 1 ruang sekretariat Osis, 1 gedung asrama dengan  2 ruang asrama, 1 gedung asrama, 1 gedung asrama.

Kerugian akibat kebakaran, meja kursi santri 562 set, Meja kursi Ustaz 12 set, Lemari kelas 12 unit, Papan tulis 12 unit. Perlengkapan wartel santri berjumlah 4 set, Satu toko kitab dengan seluruh kitab yg tersedia di toko. (Jumlah kitab yg terbakar belum terdata).

Perlengkapan santri sebanyak 277 santri dengan rincian: Alat tidur (ranjang, kasur, bantal), Lemari santri, kitab, perlengkapan mandi dan pakaian. Kerugian sementara di taksir sekitar Rp2M.

Informasinya, tidak ada korban jiwa saat kebakaran, karena  santri sedang berada di masjid  melaksanakan salat subuh berjamaah, sehingga hanya tersisa baju di badan. Diduga, penyebab sementara terjadinya di perkirakan adanya korsleting listrik.

Baca Juga