Keracunan Carbon Monoksida, 10 Siswa dari SMPN 1 Gambut Dilarikan ke Rumah Sakit dari Bumi Perkemahan Sungai Ulin Banjarbaru

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM ,MARTAPURA -Dunia pendidikan Kabupaten Banjar kembali geger akibat 10 siswi SMPN 1 Gambut mengalami keracunan gas Carbon Monoksida (CO). Ke-10 siswi itu hingga siang ini masih menjalani perawatan di RS Daerah Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar, Sabtu (10/11/2018) siang.
Dari keterangan yang dihimpun, Tim medis IGD RS Ratu Zalecha setelah melakukan observasi 10 siswi SMPN 1 Gambut , sementara Direktur RS Ratu Zalecha, dr Topik Norman Hidayat mengatakan, pukul 06.30 Wita, pihaknya menerima 10 pasien korban keracunan CO.
Setelah diadakan observasi di IGD terhadap seluruh pasien, dikatakannya semua ke10 siswa itu perlu di rawat inap karena masih dalam pengawasan, dan sekarang telah dirawat di ruang perawatan paru Al-Hakim.
“Keadaan korban saat ini, satu orang dalam keadaan gawat darurat, sedangkan 9 pasien dalam keadaan perbaikan klinis dengan kondisi yang stabil dan membaik, ”katanya

BACA JUGA :  Saidi Mansyur Salurkan BLT Dana Desa Tahap 8

dijelaskannya, Ada empat dari 9 pasien tersebut yang apabila dalam 2 x 24 jam kondisi pulih maka pasien boleh pulang. Lima pasien dari 9 pasien tersebut apabila dalam 1 x 24 jam kondisinya pulih maka pasien boleh pulang. Satu orang pasien perlu perawatan yang lebih intens dan bisa lebih lama dari pasien yang lain.
“sekarang seluruh pasien dalam penanganan dokter spesialis paru dr Hendra Agus Setiawan. Dilakukan tindakan oksigenisasi dengan menggunakan pantri mask agar meningkatkan tekanan oksigen untuk mengeluarkan karbon monoksida tersebut,” katanya,
Taufik juga menambahkan, untuk 10 pasien adalah akibat kebanyakan menghirup CO, dimana CO memiliki daya ikat 200 sampai 300 lebih besar dari O2 maupun lainya. Beruntung, pasien dibawa ke rumah sakit dengan cepat, sehingga bisa diberikan penanganan yang benar.
Sementara Ahli spesialis paru di RS Ratu Zalecha yang menangani, dr Hendra Agus Setiawan menerangkan, bahaya menggunakan atau menyalakan genset, kendaraan bermotor dan lainnya sejenis di dalam ruangan tertutup karena menghasilkan CO yang bisa menyebabkan keracunan seperti kasus yang terjadi.
“Dikarenakan CO ini sendiri tidak berbau, berbentuk dan hampir sama dengan O2, namun jika memiliki gejala yang pusing, lemas, muntah dari seluruh orang yang ada di ruangan, maka segera keluar dari ruangan tersebut dan segera bawa ke RS terdekat, ”ucapnya
Diketahui insiden keracunan massal itu terjadi saat para siswi melakukan kegiatan perkemahan di Bumi Perkemahan Lamdikada, Sungai Ulin Banjarbaru. Dan mereka di evakuasi oleh petugas PMI pada Sabtu (10/11) dini hari sekitar pukul 06.28 Wita.(sairi)

BACA JUGA :  Wali Kota Banjarbaru Buka Musrenbang RPJMD

Baca Juga