Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Webinar “Masuk Ke Ruang Digital” dengan Keynote Speech Bupati Banjar

Webinar “Masuk Ke Ruang Digital” dengan Keynote Speech Bupati Banjar

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA  Gangguan informasi bisa memiliki dampak buruk seperti masyarakat menjadi tidak memahami situasi atau menimbulkan stigmatisasi. Hal ini mengemuka pada webinar “Masuk Ke Ruang Digital : Pahami Literasinya!” Sabtu, (14/08) via Zoom Meeting.

Webinar ini digelar dengan Keynote Speech Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Moderator Aulia Mawardika, dan Key Opinion Dara Rizky Amalia. Sementara narasumber Webinar kali ini Eddy Elminsyah Jaya selaku Direktur LPPL Radio Suara Banjar 100,4 Fm sekaligus Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar. Selain itu Insan Nur Akbar seorang Komika dan Budayawan, serta M. Mabdiannoor seorang Jurnalis Amandit Radio.

Eddy Elminsyah Jaya dalam pemaparannya membahas mengenai “Infodemik : Penyebab dan Dampak Buruk Bagi Penanggulangan Pandemi Covid-19” dan menjelaskan mengenai Infodemik itu sendiri.

BACA JUGA :  Kabupaten Banjar Targetkan Bangun 50 TPS

“Infodemik adalah kondisi berkembangnya informasi terkait suatu fenomena tanpa mempertimbangkan unsur kebenaran data dan fakta,” ujarnya.

Dikatakan, infodemik tidak kalah bahaya dari pandemi Covid-19, isu ini mendapat perhatian besar mengingat berita palsu menyebar lebih cepat dan lebih mudah. WHO sendiri mengingatkan bahaya infodemik membuat orang semakin kesulitan mempercayai informasi yang diterima.

Eddy juga menjelaskan mengenai 3 bentuk infodemik yang beredar. Yaitu misinformasi atau penyebaran informasi yang tidak tepat akibat adanya ketidaktahuan informasi yang tepat. Kedua, disinformasi atau penyebaran informasi yang tidak tepat dan bersifat destruktif secara sengaja. Ketiga, malinformasi atau penyebaran informasi faktual yang merugikan pihak tertentu.

Menurutnya, perlu kebijakan dan ketelitian dalam menerima sebuah informasi maupun menyebarkannya, agar tidak menyebabkan kepanikan, rasa takut, kebencian maupun perselisihan. Masyarakat bisa memeriksa fakta dari sebuah informasi melalui komin.fo/inihoaks, turnbackhoax.id, cekfakta.com, s.id/infovaksin, covid19.go.id/p/hoax-buster dan melaporkan hoax di aduankonten.id.

BACA JUGA :  KTH Diminta Tingkatkan Asap Cair, Ini Kegunaannya

Sementara narasumber lainnya, Insan Nur Akbar memaparkan mengenai “Budaya Digital : Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik di Dunia Digital”. Ia menjabarkan mengenai bahasa dalam penggunaannya ada bahasa jurnalistik, bahasa pergaulan dan bahasa marketing, namun dalam penggunaan tersebut perlu pula diperhatikan sebuah postingan itu untuk apa, untuk siapa, kapan dan dimana.

Ditambahkan, penggunaan bahasa yang bijak menghasilkan postingan yang ramah digital, entah digunakan untuk teknik pemasaran maupun untuk informasi kepada masyarakat, bahasa yang digunakan haruslah tepat.

Baca Juga