Home » Badan Inteljen Negara Fasilitasi Vaksinasi Pelajar Kota Banjarbaru

Badan Inteljen Negara Fasilitasi Vaksinasi Pelajar Kota Banjarbaru

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Vaksinasi Covid-19 di kalangan pelajar Kota Banjarbaru mulai gencar dilakukan. Kali ini Vaksinasi di fasilitasi Badan Inteljen Negara (BIN) Kalsel yang menggandeng PT Arutmin Indonesia dalam wujud mendukung Vaksinasi pelajar di Kota Banjarbaru, Selasa (21/09) pagi.

Kepala BIN Kalsel Brigjen Pol Heri Armanto mengatakan Vaksinasi yang digelar upaya membantu pemerintah dalam program vaksinasi massal guna mempercepat terbentuknya kekebalan komunal (Herd Immunity) di masyarakat.

“Harapan kita ini akan menjadi sebuah upaya untuk percepatan dalam mencapai kekebalan imunitas,ikhtiar yang dilakukan BIN dapat mewujudkan Indonesia sehat dan hebat dalam mengatasi pandemi,” ujarnya.

Total 2.400 dosis vaksin disediakan, yakni 1.200 untuk tahap pertama, separuhnya lagi di tahap kedua.

“Selain di SMP Negeri 1, kami juga membagikan ke SMP Negeri 2 dan 6 Banjarbaru. Hal Ini merupakan bentuk dukungan untuk menyukseskan program pemerintah, yaitu vaksinasi dan kekebalan komunitas masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Kota Banjarbaru, Said Abdullah mengatakan dengan gencarnya vaksinasi untuk pelajar, maka siapnya kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) khususnya di Kota Banjarbaru.

“Pemko Banjarbaru sendiri sudah mempersiapkan sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PKM). Bahkan sejak beberapa pekan lalu.Semua guru sudah divaksin. Anak murid mulai bertahap. Tinggal menunggu kepastian PPKM. Karena Banjarbaru kembali lagi diperpanjang level IV-nya,” ungkapnya.

Said Abdullah menambahkan untuk capaian vaksinasi bagi pelajar ditargetkan 11 Ribu,“Kita sekarang sudah menyentuh 3 ribuan dengan persentase 29%,” tambahnya.

Total pelajar SMP Negeri 1 Banjarbaru yakni 625 dari total pelajar 926, hal ini disampaikan Kepala SMP N 1 Banjarbaru Undi Sukarya tidak divaksinnya seluruh pelajar karena beberapa sudah melakukan vaksin lebih dulu.

“Ada beberapa yang sudah vaksin dosis pertama, ada juga sudah dosis pertama dan kedua, lalu ada yang mengalami komorbid, dan baru saja terpapar Covid, hal ini membuat semua pelajar tidak divaksin,”ungkapnya.

Lalu, Undi Sukarya mengharapkan, dengan dilakukan vaksinasi bisa secepatnya dilaksanakan PTM. Karena, banyak orang tua yang sudah mengeluh dengan pembelajaran daring.

“Kami harapkan dengan sesudahnya vaksinasi, bisa menciptakan kekebalan kelompok. Hingga bisa melakukan PTM, karena banyak orangtua yang mengeluh,” harapnya.

Baca Juga