Minim Sarana, Penanganan Karhutla Gunakan Perlengkapan Manual

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9, MARTAPURA – Kabut asap makin mengganggu, aroma pekat tanda lahan terbakar sangat menyengat. Kadang mengganggu penerbangan dan sampai dini hari tadi asap di kawasan bandar udara Syamsudin Noor Banjarbaru tetap terasa. Beberapa penumpang pesawat yang baru tiba di tanah Banjar harus menggunakan masker. Dari pantauan, udara di Landasan Ulin terpapar asap sisa kebakaran lahan.
“Waktu pintu pesawat dibuka. Rasanya aneh, mirip aroma kebakaran, setelah keluar dan turun tangga baru sadar bau itu dari asap tipis yang mengotori udara sisa kebakaran lahan,” kata Lia, penumpang asal Makassar kemarin (12/9) malam sekitar pukul 22.30 Wita.
Terpisah, Dandim 1006/ Martapura Letkol Inf Muchammad Ghoffar Ngismangil S sos saat berada lokasi Hot Spot II Guntung Damar RT 12/6 Kelurahan Guntung Payung. Kecamatan landasan Ulin menyatakan, untuk penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di dua Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru sudah maksimal. Pihaknya memadamkan api dengan BPBD, relawan, dan Pemerintah Daerah serta Kepolisian.
“Justru saat kelapangan sangat kekurangan sarana dan prasarana, sehingga menjadi hambatan pada saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya Rabu (12/9) tadi.
Dandim juga mengakui, selain sarana dan prasarana masalah luasnya lahan juga merupakan pekerjaan yang sangat memakan waktu. jika ada hot spot yang tidak terjangkau. Padahal sasaran di Kabupaten dan kota luas. Ketika terjadi Karhutla, rata-rata lokasi titik api sangat jauh dari pemukiman masyarakat itu sendiri.
“Prajurit yang bertugas kebanyakan menggunakan alat manual memadamkan titik api, “ tegasnya. (MAS)

BACA JUGA :  Mau Tahu Target Perolehan Kursi Gerindra di Kalsel, Simak Harapan Ketua Gerindra

Baca Juga