Tidak Kantongi ID Card, Dakwah UAS di Al Karomah Bakal Tidak Diliput Wartawan Cetak dan Online

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Gelaran Tablig Akbar Ustaz Abdul Somad di Masjid Al Karomah Martapura pada minggu (09/12/2018) malam terlalu ketat. Sampai-sampai sejumlah wartawan yang bertugas meliput kegiatan di Kabupaten Banjar tidak memiliki akses masuk untuk mendapatkan gambar di dalam masjid.

Akses satu-satunya masuk ke ring paling dekat dengan UAS untuk mendapatkan gambar hanya bisa didapat bila memegang id card yang diterbitkan panitia tablig akbar. Kartu tanda pengenal tersebut terbagi dalam warna, untuk masuk ring 1 hanya id card dengan warga kalung hijau.

Informasi ini tentu saja membuat ironi, pasalnya Ketua Panitia HM Aidil Basit sempat minta sejumlah media untuk membuatkan berita tentang tablig akbar tersebut ke beberapa media. Kenyataannya, mendekati hari H, satu-satunya akses untuk meliput justru tidak diberikan yaitu id card.

BACA JUGA :  Angka Prevalensi Stunting Kabupaten Banjar Masih Cukup Tinggi

“Justru ini gaung dakwah ini harus disampaikan ke masyarakat melalui media yang terkonfirmasi. Media sosial saja banyak yang upload dari berita online yang selama ini aktif memberitakan persiapan tablig akbar agar diketahui publik secara luas,” kata Amin, salah satu wartawan di Martapura menyesalkan pembatasan tersebut.

Tindakan panitia membatasi akses wartawan dalam kegiatan tersebut membuat para pewarta menjadi bingung. Giliran promosinya minta dimuat di beberapa media, padahal sejumlah wartawan yang biasa aktif memuat publikasi sangat menunggu momen tersebut. dari sumber yang dapat dipercaya, pembatasan peliputan tersebut berasal dari panitia.

BACA JUGA :  Jembatan Salim Mataraman Dapat Dilintasi

“Beda waktu tablig akbar UAS di lapangan Murjani Banjarbaru dan Sabilal Banjarmasin, akses tersebut didapat dan wartawan bisa membuat peliputan normal tanpa akses yang berbelit-belit,” tambahnya.

Sementara itu kepala Panitia Tablig Akbar HM Aidil Basit berkilah bahwa bahwa pembatasan itu bukan dari dirinya. Ia menyangkal, intinya tugasnya hanya mengatur jalur kedatangan UAS ke tempat tablig akbar.

“Saya cuma pengamanan akses jalur jemaah, untuk akses wartawan saya tidak tahu. Dan setahu saya wartawan sudah diwakilkan sama humas dan kominfo,” ujarnya berdalih.(sairi)

 

Baca Juga