Minim Pengawasan, Sudah 3 Korban Tenggelam di Kolam Renang Tahura Sultan Adam

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

headline9.com, MARTAPURA – Objek wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan adam kembali minta korban, Kamis (01/12/2022) lalu.

Insiden kali ketiga yang terjadi di kawasan Tahura Sultan Adam tersebut, merenggut nyawa RDF (15) pelajar SMP di Kota Banjarbaru.

Korban diketahui, tengah berkegiatan ekstrakulikuler pramuka sekolah, saat tengah berada di pemandian Putri Kembar, korban tenggelam dan menghembuskan nafas terakhir di dalam air kolam sedalam dua meter lebih.

Kasi Humas Polres Banjar, Iptu Suwarji pada Jumat (2/12/2022) lalu mengungkapkan, RDF saat itu bersama rombongan sekolahnya sedang melaksanakan kegiatan berkemah di Tahura Sultan Adam,

“Kemudian pada hari Kamis (1/12/2022), sekira pukul 07.00 Wita korban bersama rombongan pramuka pergi berjalan keatas gunung Tahura. Kemudian, tidak lama korban hilang dari barisan anggota pramuka dan saat itu ada pembina dari pihak pramuka mencari korban. Didaerah Tahura Namun tidak ditemukan,” ucapnya mewakili Kapolres Banjar, AKBP Doni Hadi Santoso.

BACA JUGA :  Realisasikan Usulan Warga Aranio, Disperindag Banjar Latih IKM Kuasai Anyaman Rotan dan Purun

Lanjut Suwarji, sekira pukul 09.00 Wita pembina dari pihak pramuka ada melihat sendal milik korban di dekat kolam Mandin Putri Kembar.

“Kemudian pembina tersebut melihat kedalam kolam ternyata korban sudah tenggelam didalam kolam tersebut dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” ungkapnya.

Selain itu, Edy Junaidi (67) warga setempat mengungkapkan, jika dirinya merasa kecewa dengan pihak Tahura, pasalnya di Tempat Wisata tersebut tidak adanya tersedia ambulan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sudah kali ketiga kejadian seperti ini, dan masih saja tidak ada ambulan. Bahkan saat mengevakuasi korban harus menunggu lama, karena menggunakan ambulan dari desa yang jaraknya lumayan jauh,” ujarnya kepada headline9.com, Senin (5/12/2022).

Kejadian serupa diungkapkan oleh Amang Junai (sapaan akrab), sudah kali ketiga, kejadian pertama pada 2010 lalu di kolam Belanda, evakuasi korban harus menggunakan ambulan dari Martapura.

“Tahun 2010 itu korban bahkan sampai lama sekali didiamkan di warung milik warga,” bebernya.

BACA JUGA :  Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar Gelar Outbond, Untuk Tingkatkan Kekompakan.

Lanjut Amang Junai, kejadian kedua terjadi pada awal Januari 2022 di kolam Belanda, serta evakuasi juga harus menggunakan ambulance dari luar kembali.

“Untuk yang ketiga baru-baru ini. Memang seharusnya di sana ada penjaga yang harus stand by paling tidak dua orang untuk menjaga jika terjadi hak-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Tahura Sultan Adam di kantornya, Ainun Jariyah pada Senin (5/12/2022) kemarin, dirinya tidak mau dikonfirmasi dan menyarankan untuk menanyakan ke Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Saat dilakukan konfirmasi kepada Kepala Dishut Kalsel, Fatimatuzzahra di kantornya, menurut pengakuan salah seorang petugas lobby, kepala Dinasnya tidak sedang berada di kantor.

“Ibu Aya tidak ada, lagi ke Jakarta, untuk kapan pumang tidak tau, itu buka urusan saya,” ucapnya singkat.

Reporter: Mada Al Madani

Baca Juga