Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Tanah Bumbu
  4. »
  5. Kepala Kejari Tanbu Inisiator Pure Jagat Natha

Kepala Kejari Tanbu Inisiator Pure Jagat Natha

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BATULICIN – Pure Jagat Natha yang diresmikan Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) dr. HM Zairullah Azhar ternyata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanbu I Wayan Wiradharma sebagai inisiator atas terbangunnya Pure tersebut.

Sebagai putra asli Bali, Kepala kajari merasa terpanggil saat melihat keadaan sebelum Pure ini dibangun secara megah dan layak.

Disampaikan ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalimantan Selatan (Kalse)

I  Wayan Swardiyasa, Pure Jagat Natha dibangun bermula dari kunjungan Kepala kajari Tanbu ke desa ini.

Menurutnya itu hal biasa bagi orang Bali, kalau ada Pure selalu di datangi, sementara saat mengunjungi Pure masih berada dalam kondisi memperihatinkan.

BACA JUGA :  Bangun Karakter Anak Dengan Story Telling

“Sejak adanya transmigrasi Bali ke Tanbu, boleh dikata, bangunan Pure ini tidak layak, mengingat tahun itu sebelum saat sekarang, tentu keadaannya serba kekurangan, ucap Wayan Swardiyasa.

Dengan kondisi demikian, akhirnya I Wayan Wiradharma berinisiator untuk mengumpulkan tokoh-tokoh ummat Hindhu yang ada di Tanbu.

“Disitu ada anggota DPRD dan tokoh masyarakat Hindhu, akhirnya dengan hasil kesepakatan bersama Kajari berinisiator untuk memohon bantuan kepada pemerintah daerah dan akhirnya Bupati memberikan sinyal akan dibangunnya pure tersebut,” kata ketua PHDI

Tak hanya itu, keberadaan anggota DPRD Tanbu Wayan Sudharma pun turut berperan mengawal proses anggarannya.

BACA JUGA :  Diduga Tercemar Limbah Tambang, Sungai Sebamban Tercemar

“Kami bersyukur, semua mendukung akhirnya kita menyaksikan bangunan yang luar biasa megahnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dengan  dibangunnya pure ini tiada lain untuk mempersatukan ummat, maka semua sikte atau aliran akan menyatu menjadi satu komando dibawah dari aturan pure jagat Natha.

“Kalau di Bali Pure nya memiliki masing-masing aliran atau sikte yang berbeda seperti Islam, ada Nahdatul ulama dan Muhammadiyah, tapi kalau diperantauan perbedaan sikte itu disepakati untuk disatukan dalam pure ini meskipun ada perbedaan aliran,” pungkasnya. (MHL)

Baca Juga