Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. advertorial2
  4. »
  5. Perkuat Pangan dan Hilirisasi, Dinas PMD Miliki Peran Strategis Dorong…

Perkuat Pangan dan Hilirisasi, Dinas PMD Miliki Peran Strategis Dorong Jadi Negara Maju

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), memiliki posisi strategis dalam membantu memperkuat ketahanan pangan dan hilirisasi agar berdaulat menjadi negara maju.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, mengatakan, posisi strategis Dinas PMD ini terkait tugas dan perannya dalam memberdayakan masyarakat desa untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat hilirisasi.

“Jika negara sampai impor beras dan pangan lainnya berarti mengurangi kedaulatan negara, padahal pangan juga menjadi salah satu kekuatan negara dalam pertahanannya selain kekuatan militer dan teknologi,” ujar Faried, dalam keterangan rilisnya, Senin (29/1/2024).

Dirinya mengatakan, kedaulatan dan ketahanan sebuah negara pada akhirnya bisa ditentukan juga oleh ketahanan pangan ini.

BACA JUGA :  Dinas PMD Kalsel Selaraskan Percepatan Pembangunan Desa, Program TMMD Dimulai April 2024

Pun demikian, canggihnya teknologi dan peralatan militer jika tidak ditunjang ketersediaan pangan yang cukup maka akan mengganggu sendi ketahanan suatu negara.
Dikatakan Faried, kekuatan pangan lokusnya berada di desa, yang mana Dinas PMD memiliki peran signifikan dalam memberdayakan masyarakat desa agar dapat meningkatkan sektor pertanian dan hilirisasi.

Diharapkan, jajarannya di tiap bidang dapat menyampaikan kepada masyarakat nilai penting produksi pangan dan hilirisasi dalam meningkatkan kedaulatan dan kemajuan bangsa.

Tidak hanya menjadi lokus untuk produksi pangan seperti beras dan sebagainya, diinginkan produksi pangan di desa juga bisa ditingkatkan nilai tambahnya agar memberi kesejahteraan bagi masyarakat dan negara.

BACA JUGA :  BPBD Tanbu Himbau Seluruh Kecamatan Untuk Waspadai Banjir.

Ia mengatakan, gangguan pangan akibat gagal panen dan sebagainya rawan terjadi jika konsumsi pangan cukup besar seperti di Indonesia, sementara produksi pangan (beras, red) hampir sama jumlahnya.

“Jika terjadi kemarau panjang akibat El Nino maka produksi pangan mudah terganggu dan pemerintah harus impor,” kata Faried.

Dia juga menyinggung sektor hilirisasi yang memang harus dilakukan agar Indonesia dapat melompat menjadi negara maju.

“Kunci keberhasilan adalah ‘hilirisasi’ karena keuntungannya jauh meningkat, jika sektor hilirisasi terus diperkuat maka lompatan menjadi negara maju bisa dilakukan,” tukasnya. (Adv/Eddy-DPMDKalsel-brt04)

Reporter : Riswan Surya
Editor : Nasrullah

Baca Juga