Panjang Lebar Tentang Tata Cara Pemulasan Jenazah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

 

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Bidang Pemberdayaan Perempuan dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Banjar bersama TP PKK Banjar melatih perempuan menguasai pemulasan jenazah.

Semua pengetahuan dan materi tentang tata cara menangangi jenazah tersebut diberikan dengan cara teori dan praktek di Aula Mahligai Sultan Adam Pemda Banjar. dibuka langsung oleh Kepala Dinas DP2KBP3A Banjar Hj Siti Hamidah dan dihadiri puluhan kader perwakilan tiap kecamatan.

Semua pengetahuan disampaikan oleh narasumber dari Muslimat NU, Isnaniah dan Hj Darsiah Sebagai Ketua Pokja I TP PKK Kab. Banjar. Peserta mendapat penjelaskan tentang hal yang harus dilakukan terhadap jenazah setelah meninggal. Seperti memejamkan kedua matanya, mengikat kedua bibirnya, menggerak-gerakkan dan melemaskan persendiannya.

Juga mengikat kedua kaki jenazah agar tidak keluar kotoran, melepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga auratnya. Terus meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tidak kembung seperti pisau dan lainnya.

Adapun syarat memandikan bagi mayit antara lain beragama Islam, berakal, amanah, Alim dan merahasiakan dengan tata cara memandikan. Yakni, meletakkan mayit di atas pemandian, melepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga dan menutup auratnya.

BACA JUGA :  Geger, Warga Liang Anggang Temukan Mayat di Bedakan

Lalu, mendudukkan dan menekan perut mayit dengan tangan kanan sambil diurut-urut tiga  atau lima kali untuk mengeluarkan sisa kotoran yang ada. Menggunakan sarung tangan atau kain untuk membersihkan mayit di bawah kain penutupnya.

“Cara pertama memandikan mayat adalah memulai dengan mewudhukan mayit seperti wudhunya salat, Pemandian pertama dengan menggunakan air yang dicampur daun bidara hingga berbusa dan hendaknya Mulai dengan membasuh kepala, wajah, dada dan ketiak mayit tiga kali,” papar narasumber pada kegiatan tersebut.

Selanjutnya, juga menyampaikan upaya mengafani jenazah, hendaknya dengan sesuatu, dapat menutup seluruh badannya meskipun dengan satu baju dan hukumnya adalah fardhu kifayah. Serta harus memperhatikan seperti kain yang dipergunakan untuk mengafani mayat adalah kain yang bagus. Suci dan bisa menutupi semua badan mayat, kain kafan hendaknya berwarna putih, diolesi dengan minyak atau wewangian. Dengan kain kafan yang dipergunakan untuk laki-laki sebanyak 3 lapis, dan untuk perempuan sebanyak 5 lapis .

BACA JUGA :  Rofani, Kini Tak Lagi Tinggal Dirumah yang Reyot.

Rusydah, selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan menambahkan, pemulasaran jenazah ini sangat penting. Kaum wanita harus bisa, supaya kalau ada keluarga yang meninggal banyak kader muslim yang bisa mengurus jenazah dengan baik dan benar.

Selain itu, menurutnya ada  hikmah yang dapat diambil dari tata cara pengurusan jenazah, seperti memperoleh pahala yang besar, menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi diantara sesama muslim,  membantu meringankan beban kelurga jenazah dan sebagai ungkapan belasungkawa atas musibah yang dideritanya. Mengingatkan dan menyadarkan manusia bahwa setiap manusia akan mati. Masing-masing supaya mempersiapkan bekal untuk hidup setelah mati dan sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia. Sehingga, apabila salah seorang manusia meninggal dihormati dan diurus dengan sebaik-baiknya menurut aturan Allah SWT dan RasulNya.

Baca Juga