headline9.com, RANTAU – Wakil Bupati Tapin, Juanda, membuka Rapat Koordinasi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Inovasi Daerah Kabupaten Tapin Tahun 2026 di Grand Qin Hotel, Senin (13/4/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Tapin memperkuat inovasi daerah guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Dalam arahannya, Juanda menegaskan inovasi menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan transparan.
“Melalui inovasi, pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan transparan. Ini bagian penting dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan arah pembangunan Kabupaten Tapin dalam RPJMD 2025–2029 menempatkan inovasi sebagai salah satu pilar utama dengan indikator kinerja melalui Indeks Inovasi Daerah.
“Visi kita adalah berintegritas dan inovatif, dengan sasaran meningkatnya kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, Kabupaten Tapin pada 2025 berhasil meraih nilai Indeks Inovasi Daerah sebesar 73,14 poin dengan predikat sangat inovatif. Meski demikian, capaian tersebut diminta menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas inovasi daerah.
“Capaian ini patut kita syukuri, namun harus menjadi motivasi untuk terus berbuat lebih baik lagi,” tegasnya.
Juanda menargetkan Kabupaten Tapin mampu meraih predikat tertinggi dalam ajang Indeks Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada 2026.
Karena itu, ia meminta seluruh kepala perangkat daerah, camat, inovator, dan pamong inovasi untuk aktif mendukung penguatan inovasi daerah.
“Saya minta seluruh jajaran mendukung pencapaian kinerja kepala daerah, khususnya pada indikator Indeks Inovasi Daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber dari Kementerian Dalam Negeri yang memberikan arahan terkait penguatan inovasi daerah.
Sementara itu, Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Harris Prayoga, menjelaskan rakor dan monev tersebut bertujuan memperkuat posisi Kabupaten Tapin sebagai daerah inovatif.
“Pertama, kegiatan ini digelar untuk mendapatkan bimbingan langsung dari tim pendamping BSKDN terkait strategi penguatan kebijakan, sinergi inovasi daerah, serta teknis peninputan Indeks Inovasi Daerah 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain itu, rakor juga menjadi sarana peningkatan kapasitas kepala perangkat daerah, inovator, dan pamong inovasi agar inovasi yang lahir dari Kabupaten Tapin mampu bersaing di tingkat nasional.
“Harapannya, inovasi yang lahir dari Tapin bisa memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.

