headline9.com, BANJARBARU – Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru terus mempersiapkan diri menghadapi implementasi 24 layanan kesehatan prioritas yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Salah satu fokus utama yang saat ini diperkuat adalah layanan kesehatan ibu dan anak (KIA), khususnya penanganan bayi baru lahir atau neonatologi.
Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan yang ditargetkan berjalan optimal pada Januari 2027. Untuk mendukung kesiapan itu, RSD Idaman menggandeng RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta melalui program pengampuan atau Sister Hospital.
Direktur RSD Idaman Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, MMRS, mengatakan peningkatan kualitas layanan neonatologi menjadi langkah strategis karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan bayi sejak awal kehidupan.
“Kami ingin memastikan pelayanan bayi baru lahir semakin baik. Karena itu peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan penguatan sistem layanan menjadi perhatian utama kami,” ujarnya saat kegiatan Audiensi Pengampuan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Senin (6/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, RSD Idaman mendapat pendampingan langsung dari pakar neonatologi RSCM Jakarta, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A., Subsp.Neo(K), bersama tim perawat spesialis neonatologi, Ns. Meilana Kusuma Dewi, S.Kep.
Tidak hanya melakukan supervisi, tim pengampu juga memberikan pelatihan kepada dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan kemampuan penanganan kasus-kasus neonatal yang memerlukan perawatan khusus.
“Alhamdulillah hari ini menjadi kebanggaan bagi kami karena mendapat pendampingan langsung dari Prof. Rinawati dan tim. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata Danny.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam pengembangan layanan kesehatan modern. Namun di sisi lain, rumah sakit juga masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan sarana dan peralatan medis pendukung.
“Saat ini yang menjadi fokus kami adalah meningkatkan kemampuan sumber daya manusia sekaligus melengkapi peralatan medis yang dibutuhkan agar pelayanan bisa berjalan lebih maksimal,” jelasnya.
Program pengampuan bersama RSCM Jakarta dinilai menjadi peluang penting bagi RSD Idaman untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan sesuai standar nasional. Melalui kolaborasi tersebut, rumah sakit dapat memperoleh pendampingan teknis, penguatan kompetensi tenaga kesehatan, hingga rekomendasi pengembangan fasilitas layanan.
Danny menegaskan, seluruh upaya yang dilakukan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya.
“Kita akan terus memberikan pelayanan terbaik, khususnya pada layanan neonatologi. Mudah-mudahan program ini menjadi pemicu untuk melengkapi sarana prasarana serta meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan penguatan layanan kesehatan ibu dan anak yang terus dilakukan, RSD Idaman Banjarbaru menargetkan mampu menjadi rumah sakit rujukan yang semakin siap memberikan pelayanan komprehensif, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.

