BerandaDprd Kota BanjarbaruGusti Rizky Titip Tiga Pesan kepada Ketua DPRD Banjarbaru yang Baru

Gusti Rizky Titip Tiga Pesan kepada Ketua DPRD Banjarbaru yang Baru

Headline9.com, BANJARBARU – Mantan Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, menyampaikan tiga pesan kepada Muhammad Syahrial yang resmi menjabat Ketua DPRD Kota Banjarbaru melalui mekanisme Pengganti Antarwaktu (PAW), Rabu (1/7/2026).

Usai Rapat Paripurna DPRD Banjarbaru, Rizky mengucapkan selamat kepada Syahrial yang kini melanjutkan kepemimpinan DPRD untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Menurutnya, pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus diiringi dengan komitmen menjaga amanah masyarakat.

img 20260701 wa0111513602213847648406
Gusti Rizky Titip Tiga Pesan kepada Ketua DPRD Banjarbaru yang Baru 2

“Kami sesama Fraksi Partai Golkar mengucapkan selamat kepada Muhammad Syahrial yang baru saja dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Banjarbaru sisa masa jabatan 2024–2029. Sebagai mantan Ketua DPRD, tentu ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan kepada pimpinan yang baru,” ujarnya.

Pesan pertama, kata Rizky, jabatan Ketua DPRD bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh karena lahir dari kepercayaan masyarakat.

“Jabatan itu hanya amanah. Artinya harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, karena amanah adalah harapan yang diberikan oleh seluruh masyarakat kepada kami,” katanya.

Pesan kedua, Rizky mengingatkan agar Ketua DPRD selalu menjaga sikap, perilaku, dan cara memperlakukan masyarakat. Menurutnya, seorang pimpinan merupakan wajah lembaga legislatif sehingga setiap tindakan akan menjadi perhatian publik.

BACA JUGA :  Malam Pertama Hari Santri Dipadati Pengunjung

“Apapun itu, baik sikap, perbuatan maupun perlakuan kita terhadap masyarakat harus benar-benar dijalankan sebaik-baiknya, karena pimpinan merupakan wajah DPRD,” ucap Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarbaru itu.

Pesan terakhir, Rizky berharap berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat yang telah dihimpun selama masa kepemimpinannya tidak berhenti hanya karena terjadi pergantian Ketua DPRD. Ia meminta agar seluruh program dan aspirasi yang telah diperjuangkan tetap dilanjutkan.

“Dengan adanya pergantian Ketua DPRD Banjarbaru bukan berarti berbagai persoalan ataupun aspirasi yang telah diserap pada masa saya berhenti sampai di situ. Harus ada keberlanjutan, ada tongkat estafet yang diteruskan oleh Ketua DPRD yang baru,” tegasnya.

Selain menyampaikan pesan kepada penggantinya, Rizky juga memastikan dirinya tetap bertugas di DPRD Kota Banjarbaru. Ia akan bergabung sebagai anggota Komisi III, mengisi kekosongan yang ada setelah Syahrial beralih menjadi Ketua DPRD.

Namun, ia menegaskan tidak otomatis menggantikan posisi Syahrial sebagai Ketua Komisi III. Menurutnya, jabatan pimpinan komisi hanya bisa ditentukan melalui mekanisme internal sesuai tata tertib DPRD.

“Saya hanya mengisi sebagai anggota Komisi III. Kalau menggantikan sebagai ketua, sesuai tata tertib di dewan itu harus melalui mekanisme atau proses di internal Komisi III sendiri. Artinya saya hanya mengisi anggota saja,” jelasnya.

BACA JUGA :  Usai Laksanakan Misi Perdamaian, Enam Personil Berpulang Ke Markas

Muhammad Syahrial resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Banjarbaru Pengganti Antarwaktu (PAW) dalam Rapat Paripurna DPRD Banjarbaru, Rabu (1/7/2026), menggantikan Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Sebelumnya, usulan pergantian Ketua DPRD telah diumumkan dalam rapat paripurna pada 17 Juni 2026. Penggantian tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang mengusulkan Muhammad Syahrial sebagai Ketua DPRD menggantikan Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera.

Selanjutnya, pada 29 Juni 2026, DPRD Banjarbaru menggelar rapat tertutup untuk membahas usulan pemberhentian dan pengangkatan Ketua DPRD. Dari 27 anggota DPRD yang hadir, tiga orang berizin tidak mengikuti rapat, termasuk Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera.

Ketua Sementara DPRD Banjarbaru yang juga Wakil Ketua I, Neny Hendriyawaty, menegaskan rapat tertutup tersebut hanya merupakan bagian dari tahapan administrasi pergantian pimpinan DPRD. Ia juga menepis anggapan bahwa pergantian Ketua DPRD dipicu persoalan internal maupun hubungan yang tidak harmonis antara legislatif dan eksekutif.

“Hubungan eksekutif dan legislatif tidak bahasanya tidak harmonis, karena memang tidak ada masalah,” ujar Neny, Selasa (30/6/2026).

Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular