headline9.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meminta masyarakat menghemat penggunaan listrik hingga 40 persen menyusul pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalsel dan Kalimantan Tengah akibat gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan.
Muhidin mengatakan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono pada Senin (27/7/2026) untuk mengetahui penyebab gangguan pasokan listrik tersebut.
Berdasarkan penjelasan PLN, gangguan terjadi akibat kebocoran boiler dan turbin pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Muara Teweh, Kalimantan Tengah. Selain itu, kerusakan generator di pembangkit PLN Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, turut memperburuk kondisi sistem interkoneksi kelistrikan di Kalimantan.
Menurut Muhidin, PLN memperkirakan kondisi kelistrikan akan kembali normal pada awal Agustus 2026.
“Sebagaimana keterangan dari pihak PLN, Insya Allah awal Agustus kondisinya akan normal,” ujarnya.
Selama proses pemulihan, Muhidin mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi listrik agar beban sistem dapat ditekan sehingga dampak pemadaman bergilir bisa diminimalkan.
“Kalau bisa menurunkan 40 persen, Insya Allah bisa normal kembali. Jadi masing-masing di tempat kita, kita kurangi supaya bisa menyala,” katanya.
Muhidin juga mengungkapkan bahwa rumah dinas gubernur turut mengalami pemadaman listrik, sehingga dirinya memahami kondisi yang dirasakan masyarakat.
“Di rumah gubernur juga kemarin sempat padam. Mudah-mudahan masyarakat bisa bersabar menghadapi kondisi ini,” tutupnya.



