BerandaKalselGubernur Kalsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Jelang Puncak Musim Kemarau

Gubernur Kalsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Jelang Puncak Musim Kemarau

headline9.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Penetapan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Gedung DR KH Idham Chalid, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).

Rakor dipimpin langsung Gubernur H Muhidin dan dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Sekdaprov Muhammad Syarifuddin, bupati dan wali kota se-Kalsel, Kepala BPBD provinsi dan kabupaten/kota, BMKG, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait.

Muhidin menjelaskan, penetapan status siaga darurat dilakukan berdasarkan prediksi BMKG yang menyebut Kalimantan Selatan akan memasuki puncak musim kemarau sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.

“Penetapan status ini berdasarkan pertimbangan bahwa iklim dan cuaca dari BMKG, wilayah Provinsi Kalimantan Selatan akan memasuki puncak musim kemarau yang menimbulkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan pada Agustus hingga September,” ujarnya.

BACA JUGA :  Habib Abdurrahman Baragbah Berpulang, Sesepuh Habaib Martapura itu Dikenal Dekat Abah Guru Sekumpul

Ia mengungkapkan, hingga awal Juli 2026 sudah terdapat tiga kabupaten yang menetapkan status siaga darurat Karhutla, yakni Barito Kuala, Tanah Bumbu, dan Tapin. Sementara itu, sepanjang 2026 tercatat sebanyak 1.678 titik panas (hotspot) dengan 41 kejadian Karhutla, terbanyak terjadi di Kabupaten Tapin.

Muhidin menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara BPBD, TNI, Polri, BMKG, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat agar penanganan Karhutla dapat berjalan efektif selama musim kemarau.

“Saya berharap rapat koordinasi ini menghasilkan langkah-langkah konkret dan terukur, sehingga Kalimantan Selatan dapat menghadapi puncak musim kemarau tahun 2026 dengan kesiapan penuh,” katanya.

Dalam rakor tersebut, BMKG memaparkan perkembangan prediksi musim kemarau, sementara sejumlah kepala daerah menyampaikan kondisi terkini di wilayah masing-masing, termasuk jumlah titik panas dan kejadian Karhutla.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS: Pengundian Nomor Urut Telah Dilaksanakan, Ini Nomor Paslon di Pilkada Kabupaten Banjar 2020

Muhidin menyebut kondisi Kalimantan Selatan secara umum masih terkendali. Namun, ia telah menginstruksikan BPBD bersama tim terkait untuk terus memantau kondisi lahan gambut, terutama di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor.

“Pada prinsipnya Kalsel sampai saat ini masih aman, namun kami tetap memerintahkan BPBD dan tim melakukan monitoring terhadap kondisi lahan gambut di sekitar bandara. Jika mengalami kekeringan, kita segera berkoordinasi dengan BNPB untuk penanganannya,” ujarnya.

Gubernur bersama jajaran Forkopimda juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, merusak lingkungan, dan berpotensi dikenai sanksi hukum. Masyarakat juga diminta aktif melaporkan apabila menemukan indikasi titik api.

Pada akhir kegiatan, Gubernur menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran kepada empat kabupaten, yakni Balangan, Tabalong, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Utara, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman Karhutla.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular