headline9.com, BANJARBARU – Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Neni Hendriyawaty, mendorong pemerintah daerah memanfaatkan teknologi modern sebagai bagian dari strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, penanganan karhutla tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional.
Neni mengatakan, perkembangan teknologi saat ini seharusnya dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif dalam mencegah maupun menangani kebakaran lahan, terutama di kawasan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dengan lahan biasa.
“Sekarang zamannya sudah canggih. Teknologi sudah luar biasa. Kita harus belajar bagaimana negara lain menangani kebakaran lahan sehingga tidak terus berulang,” ujarnya.
Ia menilai, berbagai inovasi teknologi perlu dikaji dan diadopsi agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman, tetapi juga mampu mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Terkait rencana pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik rawan kebakaran, Neni menilai langkah tersebut belum tentu menjadi solusi paling efektif mengingat luasnya wilayah yang harus dipantau.
Menurutnya, tantangan terbesar justru berada pada karakteristik lahan gambut yang memungkinkan api merambat di bawah permukaan tanah sehingga sulit terdeteksi.
“Lahan gambut ini tidak selalu dibakar. Bisa saja terbakar sendiri karena apinya merongga di bawah tanah. Nah, teknologi seperti inilah yang harus kita cari untuk mengatasinya,” katanya.
Selain mendorong pemanfaatan teknologi, Neni juga menekankan pentingnya pengelolaan lahan-lahan tidur agar tidak menjadi sumber munculnya titik api saat musim kemarau.
Ia meminta pemerintah kota bersama seluruh pemangku kepentingan mengoptimalkan pemanfaatan lahan tersebut disertai pemeliharaan yang berkelanjutan sehingga tidak kembali terbengkalai.
“Jangan setelah lahannya diolah lalu dibiarkan begitu saja. Pemeliharaan harus terus dilakukan. Jangan sampai anggaran sudah dikeluarkan, tetapi hasilnya tidak dijaga. Itu sama saja membuang anggaran,” tegasnya.



