BerandaBanjarKarhutla Banyu Hirang Banjar Bakar 18 Hektare, Api Dekati Permukiman

Karhutla Banyu Hirang Banjar Bakar 18 Hektare, Api Dekati Permukiman

headline9.com, MARTAPURA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membakar sekitar 18 hektare lahan kosong persawahan di Jalan Handil Kalua, Desa Banyu Hirang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Hingga Rabu (9/9/2026), api masih aktif di bagian tengah lahan yang lokasinya berada dekat permukiman warga.

Kebakaran terjadi pada Selasa (8/9/2026) sore. Tim gabungan telah melakukan pemadaman selama sekitar dua jam, namun baru sekitar 5 hektare area yang berhasil dikendalikan.

Vegetasi semak belukar, pohon galam dan batang padi kering membuat api mudah menjalar dan bertahan di area yang terbakar. Kondisi lahan yang kering serta keterbatasan sumber air turut menyulitkan proses pemadaman.

Jarak lokasi dengan permukiman menjadi perhatian petugas. Warga bahkan meminta bantuan karena api dilaporkan mulai mendekati rumah penduduk.

BACA JUGA :  Konsultan Perencanaan Rehabilitasi RTH CBS Martapura Disebut Punya Lisensi Sarjana Agama Bukan Teknik

“Sudah mendekati permukiman, belakang rumah bapak Dari Handil Kalua, tolong BPBD dan rekanan,” ujar warga dalam video amatir yang beredar.

Pusdalops-PB BPBD Banjar melaporkan, sebagian area telah berhasil dipadamkan, tetapi api masih aktif di bagian tengah lahan.

“Sebagian area telah berhasil dipadamkan, namun api masih aktif di bagian tengah. Kondisi sumber air juga sulit sehingga diperlukan penanganan serta pemantauan lanjutan untuk mencegah api meluas ke area sekitar permukiman,” berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Banjar.

Penanganan melibatkan BPBD Banjar, BPBD Kalimantan Selatan, kepolisian, barisan pemadam kebakaran serta unsur gabungan lainnya. Petugas masih melakukan pemadaman pada bagian yang terbakar dan pemantauan untuk mengantisipasi meluasnya api maupun munculnya kembali titik api.

BACA JUGA :  Bijak Menyikapi Kemajuan Teknologi

Selain Banyu Hirang, karhutla juga terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar. Di Kelurahan Keraton, Jalan Menteri Empat, Kecamatan Martapura, sekitar 0,5 hektare lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar terbakar.

Petugas gabungan berhasil memadamkan seluruh area di lokasi tersebut dalam waktu sekitar 30 menit.

Penanganan karhutla juga dilakukan di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, serta Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk.

Kondisi di Banyu Hirang masih menjadi perhatian karena api belum sepenuhnya padam dan sebagian titik berada dekat permukiman. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kobaran tidak meluas ke area rumah warga.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular