Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kodim Martapura Gelar Doa Bersama untuk Pahlawan dan Korban Gempa – Tsunami Donggala

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA -Komandan Komando Distrik Militer 1006/ Martapura Letkol Inf Muchammad Ghoffar Ngismangil S sos memimpin langsung acara doa bersama untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2018.

Acara berlangsung di Aula Makodim Martapura Minggu (30/9/2018) malam pukul 19.00 Wit. Dihadiri Unsur Perwira, Babinsa serta Segenap ASN TNI-AD dan Persit KCK Kodim Martapura.
Dandim mengatakan bahwa kegiatan ini serentak dilaksanakan oleh seluruh Prajurit TNI se-Nusantara.

Momentum ini merupakan suatu cara kita untuk mengenang para Pahlawan Revolusi dan wujud penghargaan serta penghormatan kepada para pendahulu.

Mereka telah berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raganya demi menegakkan Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA :  Kominfo Banjar Gelar Bimtek Aplikasi E-Office dan Laksa

Letkol Inf Muchammad Ghoffar Ngismangil S sos juga menuturkan bahwa kegiatan rohani berupa pembacaan Surat Yasin, salat Magrib bersama dan dilanjutkan Doa bersama kepada Arwah para Pahlawan Revolusi yang telah gugur dalam mempertahankan Ideologi Bangsa.

Sekaligus mendoakan saudara se bangsa yang terkena musibah bencana alam dan tsunami di Palu dan Donggala.

“Mengingatkan kembali kepada anggota Kodim Martapura selalu bekerja sama unsur satuan baik Muspika atau Polsek yang ada diwilayah untuk siap menjaga keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan RI, “ pesan Ghoffar.

Semua harus selalu waspada dan mencermati akan strategi komunis yang selalu memutarbalikkan fakta sejarah, penyusupan ke berbagai elemen dan menghalalkan segala cara.

BACA JUGA :  Kominfo Pasang 4 CCTV di Haul Guru Sekumpul, Jurnalis Didirikan Posko Media Center

Komunis selalu menanamkan jiwa anti ke-Tuhanan (ateisme) menggunakan organisasi sebagai kedok baik organisasi politik maupun organisasi massa serta melakukan adu-domba.

Lantaran itu, TNI harus siap melindungi negara, bangsa, dan rakyat Indonesia dari bahaya laten paham-paham yang menyesatkan itu.

Ihkwal tentang Pemutaran Film sejarah G 30 S / PKI, Dandim menuturkan dari satuan Pimpinan TNI saat ini belum ada perintah untuk melaksanakan Nonton bareng Film tersebut, namun dikatakan jika dari masyarakat berkeinginan memutar Film sejarah itu TNI/ Kodim hanya sebatas membantu memfasilitasi.(MAS)

Baca Juga