Pembangunan Tiga Jembatan Penghubung Banjarbaru – Batulicin Capai 50 Persen

Progres Pembangunan Jembatan Kusan II. Foto;Bina Marga PUPR Kalsel

HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Beberapa proyek prioritas di Provinsi Kalsel terus dikerjakan, meskipun saat ini pandemi cukup memengaruhi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan penataan Ruang (PUPR) Roy Rizali Anwar, melalui Kabid Bina Marga, PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, mengatakan saat ini terdapat tiga jembatan masih tahap pembangunan. Pihaknya menargetkan semuanya selesai pada Desember 2020.

“Jembatan yang dibangun yakni Jembatan Aranio di wilayah Kabupaten Banjar, serta Jembatan Kusan II dan Jembatan Temunih II di wilayah Tanah Bumbu,” katanya, Rabu (11/11) siang.

Yasin mengungkapkan salah satu progres pembangunan jembatan itu sekitar 50 persen yakni jembatan Kusan II, yang mana beberapa pekan ke depan progres akan meningkat pesat jika girder terpasang semua pada tiga jembatan tersebut.

“Masih menunggu girder dipasang dan setalah girder dipasang secara bertahap, progresnya akan bertambah sampai 70 persen,” ungkapnya.

Yasin merincikan kegiatan Pembangunan Jembatan Sungai Kusan II secara teknis meliputi, pekerjaan Jembatan Box Girder dengan panjang bentang 61,20 m dengan mutu baja grade 345 (Titik Leleh 345 Mpa) dan lebar jembatan 10 m, lebar pile cap 11 m dengan lebar jalan 9 m tanpa menggunakan trotoar. 

Kemudian lantai dijembatan dicor menggunakan beton bertulang mutu fc’ 30 Mpa tanpa perkerasan beraspal. Jembatan Sungai Kisan II dihubungkan dengan dua buah abutmen dengan mutu beton fc’30 Mpa kemudian diisi oprit pada masing-masing belakang oprit.

“Sedangkan pekerjaan Oprit arah Banjarbaru terdiri dari Timbunan yang dilapisi dengan Geotekstil Separator Kelas 1 dan Lapis Pondasi Agregat kelas B dengan pasangan batu di kedua Sisinya yang diberi patok pengarah,” jelasnya.

Lebih jauh, Yasin Toyib merinci, pekerjaan Oprit arah Batulicin terdiri dari Timbunan dan Lapis Pondasi Agregat kelas B yang diberi patok pengarah.

Untuk pondasi jembatan, pondasinya menggunakan Tiang Pancang Baja Diameter 508 mm dengan tebal 12 mm yang diisi beton bertulang fc’ 20 Mpa sebanyak 32 titik (konfigurasi 4 x 8) pada satu buah sisi abutment dan diberi pengaku baja dengan mutu Grade 250 (Titik Leleh 250 Mpa). 

Jembatan Kusan II panjangnya 120 meter dan lebar sembilan meter. Pagu anggarannya Rp24 miliar.

Setelah itu untuk Jembatan Aranio dibangun dengan panjang 120 meter dan lebar sembilan meter. Pagu anggarannya sekitar Rp34 miliar.

“Jembatan Temunih II, panjangnya 35 meter dan lebar sembilan meter dengan pagu anggaran sekitar Rp14 miliar” ucapnya.

Apabila ke tiga proyek jembatan ini selesai maka tidak ada lagi jembatan yang harus dibangun di ruas jalan Banjarbaru-Batulicin.

Pembangunan jalan sepanjang 100 kilometer ini masuk dalam proyek prioritas Kalsel tahun 2020. Meski anggaran banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19, namun Pemprov Kalsel tetap berupaya merealisasikan semua rencana pembangunan yang jadi prioritas. (HL9/Ptr)