headline9.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin bersama istri Fathul Jannah menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama pada 21 Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (11/3/2026), di Mahligai Pancasila.
Kegiatan ini dilaksanakan usai pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah serta tokoh masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan, Komandan Korem 101/Antasari Ilham Yunus, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin, para asisten, staf ahli, tenaga ahli gubernur, kepala SKPD, hingga anggota TP PKK Kalsel.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan serta kesiapan menerima penugasan di posisi manapun.
“Pergantian jabatan merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan, sebagai bagian dari upaya mengukur kemampuan dan kinerja pejabat yang bersangkutan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengusulkan agar mahasiswa fakultas hukum di berbagai perguruan tinggi dapat dilibatkan langsung ke masyarakat, khususnya di daerah pelosok, melalui program seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) guna memberikan kontribusi nyata di bidang hukum.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh qari Muhammad Nasir, dilanjutkan tausiyah oleh Imam Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ilham Humaidi.
Dalam tausiyahnya, Ilham Humaidi mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum meraih ampunan Allah SWT, termasuk dengan menjaga diri dari kemaksiatan, melaksanakan salat berjamaah, serta menjauhi sikap durhaka kepada orang tua dan kebencian terhadap sesama.
Ia juga menekankan bahwa bulan Ramadan memiliki keutamaan besar, termasuk hadirnya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Acara ditutup dengan zikir dan doa yang dipimpin Komaruddin, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.







