Headline9.com, MARTAPURA – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, memastikan pelaksanaan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terpasang di sepanjang median Jalan Ahmad Yani, wilayah Kabupaten Banjar, tidak pernah luput koordinasi dengan tim teknis.
Hal itu berkaitan adanya keluhan dan rasa was-was warga dan pengguna jalan lantaran kabel listrik PJU di lokasi terlihat menjuntai di atas median jalan, tanah dan turun ke jalan (protokol) Ahmad Yani, tepatnya di Kilometer (KM) 14, Kelurahan Gambut Barat, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, yang membentang mencapai ratusan meter.
Kabid Kawasan Permukiman pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Ali Ilyas, menegaskan bahwa terakhir kali melakukan pemeliharaan di kawasan tersebut sebelum dilaksanakannya Haul Abah Guru Sekumpul ke- 21.
“Kita lakukan pemeliharaan itu antara November – Desember 2025 dan itu di wilayah Gambut ya. Sebelumnya tidak ada itu,” bebernya kepada media ini, via telepon, pada Rabu (8/4/2026).
Kondisi kabel disebut-sebut tak pernah ditangani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar hingga bertahun-tahun, Ali kembali tegas, sebelum lebaran pemeliharaan juga sempat dilakukan. “Terakhir kita juga sudah melakukan pemeliharaan lampu yang padam sebulan yang lalu selepas lebaran, bisa jadi insedentil itu baru bulan kemarin. Tahun ini, kita mempunyai anggaran belanja untuk pemeliharaan keseluruhan sebesar Rp1,5 miliar tanpa adanya pengadaan lampu. Sebelumnya, alokasi pemeliharaan kita menyentuh Rp1,7 miliar, itu include pengadaan lampu. Jadi perlu dipahami alokasinya juga terbatas,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan pemeliharaan khususnya Penerangan Jalan Umum (PJU), DPRKPLH Kabupaten Banjar memakai teknisi pihak ketiga. Namun, dirinya menegaskan lagi jika tiap pekerjaan yang dilakukan mereka selalu sesuai arahan.
“Mereka selalu koordinasi, tak pernah lepas dan selalu menyampaikan info ke kami. Kalau terkait yang itu memang tidak terkonfirmasi ke kita. Secara teknis, iya memang harusnya pemasangan kabel PJU itu ditanam ke dalam tanah, tapi kan kabel yang dimaksud harus sesuai standarnya,” katanya.
Perihal adanya kabel listrik PJU yang menjuntai hingga ke jalan raya, pihaknya tidak pernah menerima laporan dari siapapun baik warga, kelurahan ataupun dari pihak kecamatan. “Kami tak pernah menerima laporan, baik secara tertulis ataupun tidak tertulis,”papar Ali Ilyas.
Setelah mendapat laporan, DPRKPLH Kabupaten Banjar melakukan pemeliharaan, Selasa (7/8/2026) malam. Mengantisipasi insiden, kabel listrik PJU yang sebelumnya menjuntai ke tanah dan jalan raya hingga media Jalan Ahmad Yani, sudah diamankan melalui metode pemasangan kabel udara.
“Setelah adanya pemberitaan, langsung kami melakukan pengerjaan tadi malam sekitar pukul 20.00 WITA dan selesai pukul 23.00 WITA. penanganan 120 meter, sekitar tiga tiang,” ucapnya.
Meski sudah terpasang dan keamanannya dijamin tidak memberikan kekhawatiran pengguna jalan raya, pemasangan melalui jalur udara sifatnya masih sementara. Pasalnya, DPRKPLH Kabupaten Banjar berencana akan melakukan penggantian total atau revitalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) terpasang di sepanjang media jalan Ahmad Yani, di wilayah Kabupaten Banjar. Termasuk, Wilayah Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyar.
“Padahal pemeliharaan PJU di sepanjang Jalan Ahmad Yani (protokol) Kabupaten Banjar itu prioritas utama tapi sama sekali tidak ada laporan terkait hal tersebut dan kita rencananya juga akan melakukan program revitalisasi PJU di sepanjang jalan protokol tersebut. Ada empat tahap, jadi Gambut masuk tahap ketiga dan Kertak Hanyar masuk dalam tahap keempat,” tuturnya.
Sebelumnya, keluhan ini muncul ketika pengguna jalan, Imran, sempat mendengar suara listrik yang sumbernya berasal dari kabel PJU yang menjuntai hingga ke Jalan Ahmad Yani. Selain itu juga sempat disuarakan oleh warga, Anang, yang juga mengeluhkan ketika nantinya terjadi inseden, pemerintah daerah baru bergerak memperbaiki.
“Jangan sampai, sudah ada korban (kesetrum) atau terlilit kabel PJU baru pemerintah bergerak. Kami berharap kepekaan Pemda baik kepala daerah, kecamatan dan kelurahan. Kami juga minta anggota DPRD Kabupaten Banjar di daerah pemilihannya seharusnya juga aktif menyampaikan kepada pemerintah daerah,” imbuh Anang, saat dikonfirmasi di lokasi, Senin (6/4/2026).
Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah







