headline9.com, MARTAPURA – Seorang santriwati berusia 19 tahun di Kabupaten Banjar mengalami trauma setelah diduga menjadi korban pelecehan seksual di Jalan Sungai Sipai, Martapura, Minggu (31/5/2026) subuh. Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Banjar, sementara korban kini menjalani pendampingan psikologis akibat tekanan mental yang dialaminya.
Kakak korban, Z, menuturkan kejadian itu terjadi sekitar pukul 05.45 Wita saat adiknya berangkat bekerja seorang diri menggunakan sepeda motor. Saat melintas di kawasan Tanjakan Kandang Ayam, Jalan Sungai Sipai, korban diduga dipepet oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor matic.
Menurut Z, pelaku mengenakan jaket dan helm sehingga wajahnya tidak terlihat jelas. Saat berada di samping korban, pria tersebut diduga langsung melakukan tindakan pelecehan sebelum melarikan diri.
“Adik saya dipepet oleh laki-laki yang menggunakan sepeda motor matic lengkap pakai jaket dan helm, terus langsung memegang payudara adik saya,” ujar Z.
Korban yang terkejut spontan berteriak. Namun pelaku langsung memacu kendaraannya ke arah Banjarbaru. Dalam kondisi syok, korban kemudian menghubungi keluarganya dan menceritakan peristiwa yang baru dialaminya.
Mendengar kejadian itu, keluarga segera melaporkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banjar. Korban juga dibawa ke UPTD PPA Kabupaten Banjar untuk mendapatkan pendampingan psikologis.
Dampak kejadian tersebut, kata Z, masih dirasakan korban hingga sekarang. Selama beberapa hari terakhir, adiknya memilih berada di rumah karena masih dihantui rasa takut.
“Dia sudah tiga hari tidak berani keluar rumah untuk bekerja maupun sekolah,” ungkapnya.
Kekhawatiran keluarga bertambah setelah mengetahui bahwa dugaan kejadian serupa ternyata pernah dialami salah satu teman korban. Peristiwa itu disebut terjadi sekitar satu bulan lalu di lokasi yang tidak jauh berbeda.
“Teman adik saya juga mengalami hal serupa sekitar satu bulan yang lalu di lokasi yang sama,” katanya.
Keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku. Selain memberikan keadilan bagi korban, langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya korban-korban lain serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.

