Empat Petugas Damkar Banjarmasin Disengat Tawon Vespa Saat Evakuasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BANJARMASIN – Warga Jalan Kayu Tangi II, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara dihebohkan dengan adanya sarang tawon di sebuah atap rumah warga

Rumah tersebut ditinggali seorang perempuan bernama Mila yang baru menyadari adanya serangga bernama latin Vespa Affinis itu.

“Kata kakak saya sudah 1 tahun, tapi saya baru melihat,” ujar Mila.

Keberadaan sarang berdiameter sekitar 1 meter itu dirasa sangat meresahkan. Sehingga warga memanggil petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banjarmasin untuk melakukan evakuasi.

Sementara itu, Komandan Pleton (Danton) DPKP Banjarmasin, Ilham Pengabdi menilai sarang tersebut adalah palin besar dari yang pernah pihaknya tangani.

“Ini sarang tawon paling besar yang pernah kita evakuasi,” ujarnya.

Dalam proses evakuasi, sekitar empat petugas yang sempat terkena sengatan dari serangga saat berada di depan sarang tersebut.

Empat petugas itu yakni, Evan Azhar, Fajar Ramadhan, Hermawan dan Ibrahim.

BACA JUGA :  Debit Air Waduk Riam Kanan Dalam Kondisi Aman

“Mereka langsung kita evakuasi ke unit ambulance milik warga yang saat itu sedang siaga di lokasi untuk diberikan pertolongan pertama,” ungkapnya.

Dari pantauan, bagian tubuh dari keempat anggota yang terkena sengatan tawon tersebut langsung membengkak dan bentol-bentol.

Di dalam ambulance, mereka mendapat perawatan dengan cairan antiseptik untuk mengurangi rasa nyeri akibat sengatan tawon.

Ditanya mengapa sampai ada petugas DPKP yang terkena sengatan. Mengingat saat proses evakuasi mereka sudah memakai APD (Alat Pelindung Diri)

Menjawab hal itu, Ilham mengakui bahwa saat ini pihaknya memang mengalami keterbatasan APD, khususnya yang berkaitan dengan proses evakuasi serangga penyengat seperti lebah dan tawon.

“Memang kembali terjadi lagi sengatan pada anggota kita yang sedang berupaya mengevakuasi. Ini dikarenakan terbatasnya APD kita yang saat ini kurang safety,” bebernya.

BACA JUGA :  Beredar Video Mobil BPK Tabrak Pengguna Jalan Hingga Meninggal

Benar saja, alat pelindung diri petugas khususnya pelindung bagian kepala dan sarung tangan yang dipakai petugas sudah tidak layak digunakan. Ada beberapa bagian yang robek dan bahan yang digunakan pun sangat tipis.

“Tapi kita sudah mengajukan kepada pimpinan untuk mengadakan alat yang safety, semoga cepat disetujui,” harapnya.

Hal itu diungkapkan Ilham bukan tanpa alasan, ia mengungkapkan bahwa di bulan Juli ini saja, pihaknya sudah menerima sebanyak 10 laporan warga terkait keberadaan sarang tawon dan lebah.

Ia menduga banyaknya laporan tawon dan lebah yang masuk di bulan ini disebabkan adanya migrasi dari koloni serangga penyengat tersebut.

“Sementar yang paling kita perlukan ini adalah penutup kepala dan sarung tangan. Karena dua item ini menjadi alat yang penting dalam menunjang proses evakuasi tawon dan lebah,” pungkasnya.

Baca Juga