Empat Pantun Guru Khalil Tidak Terbalas, Mentan Amran Mengaku Belum Siap

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Lazimnya acara di Kabupaten Banjar, selalu diselingi dengan sambutan dan pantun. Bupati Banjar H Khalilurrahman sangat sering melontarkan pantun jenaka, biasanya dibalas oleh pejabat lain yang juga memberikan sambutan.

Tiap larik terdengar sangat kocak, padahal baru masuk sampiran, apalagi memasuki isi pantun. Sampai-sampai Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman gagap membalas semua pantun yang diucapkan oleh Guru Khalil.

 ”Pucuk kelakai di tengah ladang, tumbuh subur dimakan bekantan, Kami ucapkan selamat datang, Kepada Bapak Menteri Pertanian,” ucapnya mengalir.

BACA JUGA :  Jalan A Yani Bebas Tempat Pembuangan Sampah Sementara

Bukan hanya satu, saat menteri masih terkekeh, Guru Khalil kembali menyegarkan suasana dengan pantun baru. ”Buah kalangkala bercampur acar, Buat di piring dimakan ayam jantan, Hari ini Pak Menteri datang di tanah Banjar, Semoga terkesan dan mengucurkan bantuan,” lanjut Guru Khalil.

Guru Khali menyambung pantun ketiga yang tak kalah geger. ”Pergi ke rumah susi menambal gigi, Perginya diantar abang ahyani, Terima kasih untuk pak Menteri, Sudah mampir di Kabupaten kami,” sambungnya. Sedangkan di pantun terakhir, Guru Khalil menyinggung tentang visi misinya. ”Jalan-jalan ke kota Martapura, Jangan lupa beli intan permata, Mari dukung program Pertanian kita, Supaya petani bahagia dan sejahtera,” tuntasnya.

BACA JUGA :  Ajari Anak Memilah Sampah

Sambil tertawa lebar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencoba menimpali 4 pantun yang meluncur deras dari Bupati Banjar H Khalilurrahman. Sayangnya, Amran terdiam karena tidak bisa membeli pantun yang dijual lebih dahulu oleh Guru Khalil.

“Datang ke Banjar dapat durian runtuh,….aduh bingung apa lagi ya,” kelakarnya sambil tertawa karena tidak mempunyai persiapan sejak awal

Baca Juga