Guru Abdul Kholik Wafat Saat Berkumandang Azan Isya

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

.HEADLINE9.COM, MARTAPURA Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Bumi Serambi mekkah berduka dengan kabar wafatnya Guru Haji Abdul Kholik, Sabtu (2/2) malam sekitar pukul 19.30.


Tepat berkumandang azan Isya, Qari yang sering kita saksikan di Musala Ar Raudah Sekumpul tersebut menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura.

Selama 3 hari beliau dirawat di rumah sakit. diketahui ulama bersuara merdu itu rutin melakukan cuci darah 3 Kali dalam seminggu.

“Jadwal sidin cuci darah Senin, Rabu, dan Kamis, terakhir kemarin beliau cuci darah hari Kamis dan langsung dirawat, hingga tadi sebelum Salat Isya beliau menghembuskan nafas terakhir, “ Ujar Ipul, tetangga Guru Kholik.

Rumah duka di Jalan Berlian, Kelurahan Pasayangan, Kecamatan Martapura langsung didatangi ratusan masyarakat dan murid muridnya.

BACA JUGA :  Dinas PMD Dorong Pertumbuhan Desa Wisata Kalsel
Kenang kenangan sewaktu wakil bupati Banjar H Saidi Mansyur berkunjung ke rumah Guru Kholik

Relawan berjaya jaga mengatur lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada pelayat untuk memberikan doa kepada almarhum.

Karena banyaknya pelayat yang datang ke rumah almarhum sehingga rumah beliau tak cukup menampung para pelayat.
Tak sedikit dari pelayat berjejer di depan rumah almarhum sembari membaca surah Yasin.

Sambil menunggu giliran untuk dapat masuk dan memberikan doa. Seperti tak kenal lelah mereka dengan sabar menunggu antrean dan berdesakan.

“Sidin mengajar di kelas Ulun, tingkat Wustho kelas 1, kepingin menyaksikan langsung wajah beliau. Tidak jadi soal antre lama dan berdesakan,” ungkap seorang pelayat.

Dari informasi yang dihimpun, Guru Kholik telah lama sakit di rumahnya. meski kondisi beliau kurang fit, beliau tetap mengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

BACA JUGA :  Andin Sofyanoor Serahkan Berkas ke PDIP Banjar

Di informasikan, Jenazah Gr Khaliq akan dikebumikan pada Minggu (03/02) setelah Salat Zuhur. Dan, akan disalatkan di Musala Datu Panjang tak jauh dari rumah almarhum.

“Beliau dikebumikan di dekat musala,” kata toko masyarakat pesayangan.
Semasa hidup, penulis sempat bersilaturahmi ke rumah Guru Kholik.

Waktu itu mendampingi Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur ke pesayangan. Sambil berbincang santai, Guru Kholik mengaku rutin cuci darah, badan beliau memang tambah kurus serta mengabarkan harus menakar minum air putih karena sakit ginjal.

“Kadang tidak tahan juga mau minum air putih, terpaksa minum karena haus tapi tetap sedikit, “ Kira kira begitu yang sempat penulis dengar saat bertamu.

Baca Juga