Stop Share Informasi yang Tidak Mendasar! Tolak SARA dan Politik Provokatif

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9, MARTAPURA – Dandim 1006/ Martapura  melalui Plh Perwira Staf Teritorial Kapten Inf Kurmanto menjadi pembicara dalam acara silaturahmi bersama . dihadiri oleh forum kerukunan umat beragama tokoh agama dan masyarakat, pemerintah serta sejumlah organisasi kepemudaan se kabupaten Banjar di Aula Kantor Kesbangpol Lantai III Martapura Rabu, (19/9) siang.

Acara yang di selenggarakan oleh Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Banjar di buka Asisten I Bupati Bidang Pemerintahan Zainuddin sekaligus menitip pesan bahwa silaturahmi ini sebagai wujud komitmen bersama pemerintah dalam menjamin rasa aman. Dia mengajak menjaga stabilitas sosial politik di masyarakat serta mencegah terjadinya ketegangan antara politik kedua capres pendukung.

BACA JUGA :  Tangis Haru Mewarnai Ritual Cuci Kaki Ibu di PAUD Terpadu Mawar

Zainuddin juga mengungkapkan, selain dengan kesepakatan bersama dengan tokoh masyarakat, agama, pemuda serta OKP yang ada di Kabupaten Banjar dapat menolak  segala bentuk aksi dan kegiatan politik Isu SARA. Lebih lagi gerakan provokatif memecah belah rasa kebersamaan diantara masyarakat.

“Kepada seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu tahun 2019 yang bersih  sehat dan jujur,” pesan Zainuddin.

Kapten Inf Kurmanto menuturkan, dalam menjaga menjamin rasa aman dan stabilitas sosial politik masyarakat, peran tokoh agama sangat vital. Mereka punya peran mewujudkan Pileg dan Pilpres yang berlangsung aman dan kondusif serta menghindari terjadinya gesekan.

BACA JUGA :  Bupati Balangan Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

“Tokoh agama ikut membantu menyampaikan informasi yang tepat dan benar, sehingga kita bisa hidup damai, jangan ada pihak yang merasa paling benar,” ungkapnya

Hal ini bertujuan  untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, maka jangan ada gesekan meski beda pilihan. “Kita satu bangsa, satu tanah air, kita tetap bernegara, jangan sebarkan berita hoax.  Kroscek dulu kebenaran  informasi yang didapat, jangan langsung share, karena ini bisa menimbulkan potensi gangguan keamanan,” kayanya.(MAS)

Baca Juga