Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Nasional
  4. »
  5. ChatGPT Menjadi Pilihan Utama: 52% Warga AS Gunakan AI untuk…

ChatGPT Menjadi Pilihan Utama: 52% Warga AS Gunakan AI untuk Mendapatkan Diagnosis

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru yang melibatkan 2.000 orang dewasa di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa 52% dari mereka telah membagikan gejala penyakit kepada sistem kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT. Mayoritas responden menyatakan bahwa ChatGPT memberikan jawaban yang akurat terhadap gejala yang mereka sampaikan.

Menurut perusahaan yang melakukan survei, UserTesting, “Lebih dari separuh responden (52%) mengungkapkan bahwa mereka telah menyampaikan daftar gejala mereka kepada model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT untuk mendapatkan diagnosis. Dari mereka, 81% mendapatkan diagnosis dari LLM, dan ketika ditanya tentang keakuratan diagnosis setelah berkonsultasi dengan dokter, 84% menyatakan bahwa diagnosis tersebut akurat.”

BACA JUGA :  IKM Binaan Disperindag Banjar ke Sidoarjo, Ini Tujuannya ...

Hasil survei ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Amerika Serikat terhadap teknologi AI. Meskipun hampir setengah dari warga Inggris dan sepertiga dari warga Australia mengaku tidak mempercayai AI untuk urusan kesehatan, hanya 6% dari responden Amerika yang setuju.

Menurut laporan Forbes pada Jumat (5/1/2024), mayoritas orang Amerika cenderung mencari solusi perawatan kesehatan di luar pengaturan tradisional dokter dan rumah sakit. Dengan 26 juta orang tanpa asuransi kesehatan dan biaya tambahan yang tinggi, alternatif seperti konsultasi dengan AI menjadi pilihan menarik, terutama di daerah pedesaan dan pusat kota yang mungkin tidak memiliki opsi perawatan lokal yang nyaman.

BACA JUGA :  Dewan Ekonomi: Mendukung H. Isam sebagai Pengusaha Pribumi

Lija Hogan, pemimpin strategi penelitian di UserTesting, mengungkapkan bahwa meski AI dapat berperan dalam perawatan kesehatan, kolaborasi antara dokter dan AI mungkin merupakan solusi terbaik. Hogan menekankan pentingnya menemukan batasan yang tepat untuk memastikan kualitas saran dalam konteks yang sesuai dan menghubungkan pasien dengan penyedia layanan kesehatan.

Meskipun demikian, sistem terhubung antara para profesional medis dan AI di bidang kesehatan masih belum sepenuhnya terwujud.

Baca Juga