headline9.com, MARTAPURA – Program Kurma Manis (Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri Agamis) yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Banjar terus menjadi andalan masyarakat dalam memperoleh akses permodalan tanpa bunga. Hingga Mei 2026, program tersebut telah menjangkau 19 kecamatan dari total 20 kecamatan di Kabupaten Banjar dengan sasaran pelaku UMKM, pertanian, perikanan hingga perdagangan.
Kepala Bank Perkreditan Rakyat Martapura, Ari Rosadi mengatakan mayoritas penerima manfaat program berasal dari wilayah pelosok yang selama ini minim akses layanan keuangan formal.
“Nasabah kami kebanyakan ada di pelosok. Daerah yang kami kunjungi seperti Aluh-Aluh, kami survei harus naik kapal. Yang bank umum tidak masuk, Kurma Manis BPR bisa masuk. Mereka betul-betul memerlukan dan tidak tersentuh lembaga keuangan lain,” ujarnya di kantor BPR Martapura, Jumat (8/5/2026) pagi.
Ia menjelaskan, jumlah pelaku usaha di Kabupaten Banjar saat ini mencapai lebih dari 67 ribu orang. Sementara hingga tahap kelima pelaksanaan program, tercatat sebanyak 1.139 nasabah telah menerima pinjaman tanpa bunga melalui Kurma Manis.
Menurut Ari, mayoritas penerima pinjaman berasal dari sektor pertanian. Karena itu, pihaknya mengajak para pelaku usaha di Kabupaten Banjar untuk memanfaatkan program tersebut karena ketersediaan dana pada 2026 masih mencukupi.
“Silakan kepada para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Banjar, baik sektor perikanan, pertanian, perkebunan maupun perdagangan untuk mengajukan permohonan pinjaman Kurma Manis di BPR Martapura,” katanya.
Ari menerangkan, calon nasabah wajib memperoleh rekomendasi dari tiga instansi terkait sebelum mendapatkan pinjaman. Ketiga instansi tersebut yakni Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, serta Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar.
Setelah rekomendasi diterbitkan, pihak BPR Martapura akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kelayakan calon nasabah dan kesesuaian nominal pinjaman yang diajukan.
“BPR akan cek lapangan, apakah layak atau bagaimana, apakah yang bersangkutan punya pinjaman di mana. Kalau layak, proses di BPR paling lama dua pekan akan cair,” ujarnya.
Ia menambahkan, pinjaman Kurma Manis terbagi menjadi dua kategori, yakni mikro dan super mikro. Pinjaman mikro diberikan hingga Rp5 juta tanpa agunan, sedangkan pinjaman super mikro mulai Rp5 juta hingga Rp110 juta wajib disertai agunan.
“Persyaratannya, nasabah harus berdomisili di Kabupaten Banjar, usahanya minimal sudah berjalan enam bulan dan mendapat rekomendasi dari dinas terkait,” jelasnya.
Ari menilai program Kurma Manis sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian daerah dan perlu terus mendapat dukungan pemerintah daerah melalui penyertaan modal.
“Kita sangat mengapresiasi pemerintah daerah dengan penyertaan modalnya, sehingga Kurma Manis tetap berjalan di samping program lainnya di BPR. Alhamdulillah kita bisa memberikan kontribusi PAD hampir Rp1 miliar pada 2025,” tutupnya.









