BerandaBalanganMesiwah Pare Gumboh VIII Kembali Digelar, Tradisi Dayak Deah Jadi Magnet Wisata...

Mesiwah Pare Gumboh VIII Kembali Digelar, Tradisi Dayak Deah Jadi Magnet Wisata Desa Liyu

headline9.com – BALANGAN – Festival Mesiwah Pare Gumboh (MPG) VIII kembali digelar masyarakat adat Dayak Deah di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Jumat (10/7/2026). Tradisi syukuran panen tersebut tak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga terus berkembang menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Balangan.

Festival tahunan ini menjadi ruang bagi masyarakat Dayak Deah mempertahankan berbagai prosesi adat yang diwariskan secara turun-temurun. Di sisi lain, pelaksanaannya turut membuka ruang bagi masyarakat luar untuk mengenal budaya dan kehidupan masyarakat adat Desa Liyu.

Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Liyu dalam menjaga tradisi tersebut.

“Ulun sangat mengapresiasi seluruh unsur di Desa Liyu yang telah memelihara adat warisan leluhur dan menyelenggarakannya secara rutin setiap tahun. Festival ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Liyu, tetapi juga menunjang Balangan sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kabupaten Balangan Peringati Hari Ibu yang Ke-95

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan potensi wisata Desa Liyu. Namun, pengembangan tersebut tetap harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai dan identitas budaya masyarakat setempat.

Ketua Pelaksana Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII, Budianto, mengatakan rangkaian festival tahun ini tetap mempertahankan prosesi adat yang menjadi ciri khas MPG.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan arak-arakan menuju balai ritual, dilanjutkan prosesi Nyerah Ngemonta, memasak hasil panen hingga ritual Mesiwah yang diiringi pembacaan mantra kepada para leluhur.

“Selain prosesi adat, kegiatan juga dimeriahkan penampilan tujuh sanggar seni dari Kabupaten Balangan serta beberapa sanggar dari Kabupaten Tabalong,” katanya.

Budianto berharap dukungan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat terus diberikan sehingga Festival Mesiwah Pare Gumboh dapat berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas.

Kepala Desa Liyu, Sukri, mengatakan Mesiwah Pare Gumboh memiliki makna lebih luas dari sekadar ritual adat dan syukuran hasil panen. Tradisi tersebut menjadi bagian dari identitas masyarakat Dayak Deah sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dan persatuan.

BACA JUGA :  Bupati Balangan Resmi Lepas Kontingen Porprov dan Perparprov Kalimantan Selatan

Menurutnya, pelaksanaan festival juga telah berkembang menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat Desa Liyu dengan para perantau dan pengunjung dari berbagai daerah.

“Siapa pun yang datang ke desa ini bukanlah tamu, melainkan saudara yang sedang pulang kampung. Kami berharap setiap orang yang datang membawa pulang cerita tentang hangatnya persaudaraan dan suatu saat kembali lagi ke Desa Liyu,” ungkapnya.

Perpaduan antara tradisi, seni dan keramahan masyarakat menjadi modal Desa Liyu dalam mengembangkan wisata berbasis budaya. Festival Mesiwah Pare Gumboh diharapkan tetap menjadi ruang pelestarian adat sekaligus mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung dan menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular