Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjarbaru
  4. »
  5. 664 Potong Kayu Ulin Ilegal Akan Segera Dilelang.

664 Potong Kayu Ulin Ilegal Akan Segera Dilelang.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM.BANJARBARU – Sebanyak 664 potong kayu ulin setara dengan volume 6,64 m3 diserahkan ke Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Kalsel) Banjarbaru oleh tim patroli Polisi Hutan (Polhut)

Diketahui, Kayu tersebut hasil temuan tanpa kepemilikan (unclaimed) oleh tim patroli Polhut dan TKPH KPH Cantung selama melakukan patroli, Kayu Ulin dengan rata-rata ukuran 5 x 10 x 200 cm.

Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hariyadi, mengatakan temuan ratusan kayu ilegal ini merupakan hasil operasi giat petugas sejak 6 bulan terakhir.

“Kayu tersebut merupakan hasil temuan tim perlindungan hutan KPH Cantung selama melakukan patroli,”Ujarnya saat ditemui dikantor oleh Headline9.com  pada Selasa (03/12/2019).

BACA JUGA :  Andin Sofyanoor Mengaku Terharu Kumpul Ditengah Para Tuan Guru Panutan di Milad Darul Ulum

Dikirimnya kayu ulin ini ke Banjarbaru, selain karena sudah menumpuk juga dikhawatikan akan keamanannya. Bukan tanpa sebab, kayu ulin sendiri sudah sangat langka di Kalimantan Selatan dan juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“Sebenarnya bukan hanya kayu ulin yang ditemukan, tapi terdapat kayu jenis lain,tapi kami spesial kan kayu ulin dikarenakan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,”Ungkapnya.

Ia menjelaskan dikarenakan nilai ekonomis tinggi terhadap kayu ulin pihak nya khawatir terjadinya penyusutan barang bukti, Dibanjarbaru sendiri untuk pengamanan lebih ketat diawasi selama 24 jam secara bergantian.  Kayu ulin ini sendiri rata-rata dikirim ke luar pulau dengan nilai ekonomis berkali-kali lipat dari pasaran lokal.

BACA JUGA :  Dinas Pendidikan Ogan Ilir Bantah Ada Pungli DAK

“Secepatnya ini akan diajukan lelang untuk bulan ini bersama dengan lelang kayu lainnya, dan barang bukti nya seperti exavator,”Ujarnya.

Ditambahkannya,  untuk uang hasil lelang dari KPK NL, Uang tersebut menjadi Dana Bagi Hasil (DBH) antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang membantu kemajuan provinsi dan pembangunan yang ada di kalsel.

“Saya berharap dengan ditemukan ratusan kayu dalam berbagai jenis ini,dapat menekan semaksimal mungkin penebangan liar yang ada kalsel,” pungkasnya.

Penulis   Putri

Baca Juga