Komisi III Gelar Pertemuan Dengan Dinas LH Untuk Bahas Ini.

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Kabupaten Banjar yang memiliki agenda tahunan berupa haul akbar terutama terbesar di Indonesia, Peringatan haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul). Haul tersebut dihadiri oleh jutaan jemaah baik dalam negeri maupun dari luar negeri. pada haul tersebut menjadi surutan bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar adalah sampah setelah haul.

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar menggelar pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar di Ruang Komisi III Banjar pada Rabu (19/2/2020) untuk membahas dalam mengatasi sampah setelah haul.

Ketua Komisi III DPRD Banjar, Irwan Bora menjelaskan dalam pertemuan tersebut mereka membahas program kerja DLH Banjar, terutama berkaitan dengan pelaksanaan Haul Guru Sekumpul yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Sebentar lagi kan akan ada Haul Akbar Guru Sekumpul yang menjadi kalender tahunan ditempat kita, sehingga kita harus mengetahui pengelolaan sampah yang akan dilakukan,” ujarnya.

Saat Haul Guru Sekumpul ini kata Irwan Bora, sampah akan bertumpuk dan masalah keterbatasan armada sampah, sehingga selalu menjadi masalah krusial badi DLH Banjar.

“Namun hal tersebut tak menyurutkan mereka untuk bekerja melayani masyarakat dan jamaah haul yang datang dari seluruh lapisan masyarakat. DLH Banjar mengungkapkan mereka telah berkoordinasi dengan DLH Banjarbaru, DLH Banjarmasin dan pihak Banjar Bakula yang siap turun tangan untuk membantu menangani masalah sampah pada saat haul,” ungkapnya.

Jika pada tahun lalu jumlah sampah usai haul sekitar 600 ton, Kepala DLH Banjar jelas Irwan Bora memperkirakan jumlah sampah akan bertambah menjadi 800 ton.

“Pengalaman tahun lalu jadi pembelajaran bagi mereka, sehingga mereka telah menyiapkan antisipasi dengan partisipasi instansi terkait termasuk TNI dan Polri,” katanya.

Keberadaan sampah plastik terutama botol plastik tambah Irwan Bora menjadi dominan, karena itu Komisi III DPRD Banjar berharap masyarakat menaati himbauan Pemkab Banjar untuk membawa botol atau tumbler sendiri.

“Kita lihat nanti apakah masyarakat akan mendengar, karena masyarakat jarang membawa bekal sendiri dari rumah. Hal ini harus menjadi masalah krusial yang harus diperhatikan,” tutupnya.